Kota Semarang Langganan Banjir, Sekda Iswar: Cari Solusi Penanganan Jangka Panjang!

images

Jateng

Tim Jateng Report

19 Feb 2023


SEMARANG (Jatengreport.com) – Pemerintah Kota Semarang berupaya keras untuk mencari solusi penanganan masalah banjir bandang yang menjadi ’langganan’ di wilayahnya. Untuk mengatasi bencana alam tersebut, Pemkot segera melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi terkait.

Terakhir bencana alam melanda Ibu Kota Provinsi kembali menimpa warga Perumahan Dinar Indah, Semarang. Akibat jebol dua titik tanggul yang bermuara di Kali Balon, Sabtu sore (18/2), sebanyak 40 rumah warga terendam banjir lagi. Tinggi debit air sungai itu akibat tingginya intensitas hujan di kawasan atas, khususnya Kabupaten Semarang.

“Ini kan luapan air dari Sungai Mluweh di Kabupaten Semarang melewati sungai-sungai sampai Sungai Babon,” kata Sekretaris Daerah Kota Semarang Iswar Aminuddin, di Semarang, Minggu (19/2).

Iswar mengakui perumahan yang terdampak banjir bandang itu memang bermasalah secara perizinan, karena peruntukan kawasannya bukan pemukiman, dan pengembangnya kabur tak bertanggung jawab.

Sejauh ini, lanjut dia, Pemkot Semarang terus berupaya mencari solusi terbaik bagi warga. Tanggul sungai juga diperbaiki dan diperkuat, namun tetap saja tidak kuat menahan besarnya debit air kiriman dari wilayah atas.

Sekretaris Daerah Kota Semarang Iswar Aminuddin
Sekretaris Daerah Kota Semarang Iswar Aminuddin
Menurut Iswar, debit air dari hulu Sungai Babon belakangan ini memang besar yang kemungkinan selain karena curah hujan tinggi, juga adanya perubahan fungsi lahan di daerah atas, yakni Kabupaten Semarang,

Pembuatan tanggul bukan solusi permanen, lanjut dia, mengingat tipikal sungai yang alirannya selalu berubah, dipengaruhi kondisi struktur tanah yang mudah lepas diterpa arus sungai.

Ia mengatakan kondisi tersebut juga membuat sungai cepat dangkal karena sedimentasi cepat menumpuk. Akhirnya, kapasitas sungai mengecil, sehingga tidak sanggup menampung debit air besar dari atas.

“Sungai-sungai ini juga bukan milik pemkot. Punya BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai), di bawah kementerian. Biaya normalisasi juga besar. Ya, tapi tidak mungkin membiarkan banjir begini terus,” katanya.

Menurut Iswar, para pemangku wilayah terkait perlu duduk bersama mencari solusi jangka panjang guna mengatasi persoalan banjir di Semarang, antara lain dengan membangun kisdam-kisdam di sepanjang aliran sungai.

“Kisdam-kisdam ini setidaknya bisa menahan debit air, sekaligus memanen air. Jadi, sedimentasi bisa tersaring dulu. Ya, secara makro harus ada manajemen tata kelola air dari atas ke bawah,” ucapnya. 

tag: Walikota Semarang , Sekda Iswar



BERITA TERKAIT