06 Nov 2026 | Jawa Tengah
Jatengreport
Jateng

Sehari Layani 150 Transaksi, BRILink Agen Miya Jadi Tumpuan Warga Kajen

Bintang 06 Nov 2026
Sehari Layani 150 Transaksi, BRILink Agen Miya Jadi Tumpuan Warga Kajen

PATI (Jatengreport.com) – Ketukan pintu toko yang sudah tertutup menjadi hal yang tidak asing bagi Mohammad Ali S. Bukan tanpa alasan, warga yang datang terkadang sedang menghadapi kebutuhan mendesak. Ada yang harus segera membayar biaya operasi, ada pula yang membutuhkan uang untuk keperluan keluarga yang sedang berduka. Dalam situasi seperti itu, transaksi keuangan tidak bisa menunggu sampai esok hari.

Di balik pintu Alfa Cell, kompleks pertokoan depan Makam KH Ahmad Mutamakkin, Kajen, Margoyoso, Kabupaten Pati, Ali berusaha memberikan pelayanan semampunya. Melalui BRILink Agen Miya yang dikelolanya, ia tidak sekadar menjalankan usaha, tetapi juga menjadi bagian dari solusi atas kebutuhan keuangan masyarakat sekitar.

Perjalanan itu bermula dari usaha sederhana berupa konter handphone dan jasa servis ponsel. Setiap hari, Ali berinteraksi dengan masyarakat yang datang untuk membeli pulsa, memperbaiki telepon genggam, maupun memenuhi kebutuhan komunikasi lainnya. Dari usaha tersebut, ia melihat perubahan kebiasaan masyarakat yang semakin dekat dengan layanan digital.

Pada 2017, Ali memutuskan bergabung menjadi BRILink Agen. Keputusan itu bukan tanpa pertimbangan. Menurutnya, layanan transaksi keuangan berbasis digital memiliki peluang besar karena semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang menginginkan kemudahan dan kecepatan.

"Awalnya saya menjalankan usaha konter handphone dan servis handphone. Kemudian pada 2017 bergabung menjadi Agen BRILink karena jenis usaha ini sesuai dengan perkembangan zaman dan digitalisasi," ungkap Ali.

Seiring waktu, layanan BRILink Agen menjadi bagian penting dari aktivitas usahanya. Jika sebelumnya pelanggan lebih banyak datang untuk urusan telepon genggam, kini masyarakat juga menjadikan Alfa Cell sebagai tempat untuk melakukan berbagai transaksi keuangan.

Setiap hari, sekitar 100 hingga 150 transaksi dilayani. Sementara dalam sebulan, jumlahnya bisa mencapai 5.000 sampai 7.000 transaksi. Transfer dan tarik tunai menjadi layanan yang paling banyak dibutuhkan oleh masyarakat.

Angka tersebut bukan sekadar catatan aktivitas usaha. Di dalamnya terdapat beragam kepentingan warga, mulai dari memenuhi kebutuhan rumah tangga, mengirim uang kepada keluarga, hingga menyelesaikan urusan pembayaran yang tidak bisa ditunda. Mayoritas pengguna layanan berasal dari masyarakat umum dengan latar belakang kebutuhan yang beragam.

Ali membuka layanan sejak pukul 07.00 hingga 22.00. Jam operasional yang panjang tersebut menjadi salah satu bentuk komitmennya untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat. Sebab, kebutuhan transaksi tidak selalu muncul pada jam kerja perbankan.

"BRILink Agen sangat membantu masyarakat, terutama ketika hari libur, saat mesin ATM mengalami kerusakan, atau ketika masyarakat memiliki keterbatasan waktu untuk datang ke bank," jelasnya.

Bagi Ali, nilai penting menjadi agen bukan hanya terletak pada bertambahnya aktivitas usaha. Ada kepuasan tersendiri ketika bisa membantu seseorang menyelesaikan kebutuhan yang mendesak. Pengalaman diketuk pintu toko setelah jam operasional berakhir menjadi salah satu cerita yang paling membekas selama menjalankan layanan tersebut.

Ia memahami, orang yang datang di luar jam buka biasanya memiliki alasan kuat. Ketika seseorang membutuhkan uang untuk membayar operasi atau mengurus keperluan kematian, kecepatan pelayanan bisa menjadi sangat berarti. Dalam kondisi demikian, keberadaan agen di lingkungan tempat tinggal memberikan alternatif yang lebih mudah dijangkau.

"Kadang toko sudah tutup, tetapi masih ada masyarakat yang datang mengetuk pintu karena kebutuhan mendesak. Misalnya untuk pembayaran operasi atau keperluan ketika ada keluarga yang meninggal," tuturnya.

Dari sisi usaha, kehadiran BRILink juga membawa perubahan positif. Ali merasakan perkembangan usahanya semakin meningkat setelah bergabung menjadi agen. Layanan transaksi keuangan yang melekat dengan konter handphone membuat aktivitas usaha semakin beragam sekaligus memperluas manfaat bagi pelanggan.

Perjalanan tersebut tidak lepas dari dukungan BRI. Menurut Ali, dukungan yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan kelancaran operasional, tetapi juga menyangkut pembinaan agar agen mampu memberikan pelayanan secara lebih profesional. Ketika perangkat mengalami kerusakan, BRI turut membantu melalui penggantian alat sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat kembali berjalan.

Dukungan itu menjadi penting karena kepercayaan masyarakat merupakan modal utama dalam menjalankan layanan keuangan. Agen dituntut memberikan pelayanan yang baik, menjaga kelancaran transaksi, serta mampu mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis.

Kini, setelah hampir satu dekade menjadi BRILink Agen, Ali melihat layanan tersebut telah melekat dalam kehidupan masyarakat. Keberadaannya menjadi penghubung antara kebutuhan transaksi warga dan layanan perbankan yang lebih mudah dijangkau, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan waktu maupun akses.

Ia berharap BRILink Agen terus melakukan pembenahan, baik dari sisi fasilitas, teknologi maupun kualitas pelayanan. Sebab, perubahan zaman berlangsung begitu cepat dan kebutuhan masyarakat terhadap transaksi yang praktis akan terus berkembang.

"BRILink Agen saat ini sudah menjadi salah satu bisnis yang melekat dengan kebutuhan masyarakat. Mudah-mudahan ke depan selalu berbenah dan tetap bisa menjadi solusi bagi masyarakat seiring perkembangan zaman yang semakin signifikan," pungkasnya.

Bagi Mohammad Ali, perjalanan dari sebuah konter handphone menjadi BRILink Agen bukan sekadar cerita tentang perkembangan usaha. Lebih dari itu, ada kepercayaan yang tumbuh dari pelayanan sehari-hari. Dari transfer hingga tarik tunai, dari jam buka pagi sampai malam, bahkan ketika pintu toko sudah tertutup, ia berupaya hadir saat masyarakat membutuhkan. Sebuah pengabdian sederhana yang membuat usaha kecil memiliki arti lebih besar bagi lingkungan sekitarnya.(**)

-
Bagikan

Berita Terkait