SRAGEN (Jatengreport.com) - Komisi D DPRD Jawa Tengah mendorong percepatan peningkatan Jalan Galeh–Ngrampal di Kabupaten Sragen. Ruas jalan provinsi yang menghubungkan Sragen dan Grobogan itu dinilai strategis untuk memperkuat konektivitas sekaligus memperlancar distribusi hasil pertanian.
Dorongan tersebut disampaikan saat Komisi D meninjau proyek Jalan Galeh–Ngrampal, baru-baru ini. Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng, Joko Purnomo, mengatakan pembangunan infrastruktur jalan berkaitan langsung dengan mobilitas masyarakat dan kelancaran distribusi barang serta jasa.
“Peningkatan kualitas jalan akan membuka peluang tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru, khususnya di wilayah berbasis pertanian,” kata Joko.
Menurut Joko, perbaikan Jalan Galeh–Ngrampal berpotensi memangkas waktu tempuh, menekan biaya logistik, dan meningkatkan daya saing komoditas pertanian. Peningkatan ruas tersebut juga sejalan dengan pembahasan Raperda Penyelenggaraan Jalan Provinsi yang menekankan penguatan kualitas jaringan jalan provinsi.
Jalan Galeh–Ngrampal selama ini menjadi jalur penghubung Kecamatan Gesi dan Tanon di Sragen dengan Kecamatan Kradenan di Grobogan. Kawasan tersebut merupakan salah satu wilayah produksi padi, jagung, dan tebu. Kondisi jalan yang memadai dibutuhkan agar hasil panen dapat didistribusikan dengan lebih efisien.

Ruas tersebut juga menjadi akses menuju Exit Tol Sragen Timur di kawasan Pungkruk. Setelah peningkatan jalan selesai, akses menuju jalur tol diharapkan semakin lancar sehingga produk pertanian dari wilayah sekitar memiliki jangkauan pemasaran yang lebih luas.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (DPU BMCK) Provinsi Jateng, Temmy Purboyono, mengatakan pekerjaan mencakup peningkatan sepanjang 700 meter. Ruas tersebut merupakan jalan provinsi hasil alih kewenangan dari jalan kabupaten.
Proyek itu memiliki nilai kontrak Rp6,09 miliar dengan masa pelaksanaan 180 hari kalender, mulai 10 Juli hingga 31 Desember 2026.
Sementara itu, Balai Wilayah Jalan (BWJ) Purwodadi melaporkan progres pekerjaan baru mencapai 0,39 persen. Tahapan pekerjaan masih mencakup survei lapangan, penetapan batas pekerjaan, serta joint survey untuk menentukan area penanganan sebelum konstruksi fisik dimulai.
Anggota Komisi D DPRD Jateng, Siswanto, berharap pekerjaan dapat rampung sesuai jadwal sebelum akhir Desember 2026. Dengan demikian, masyarakat dapat segera merasakan manfaat peningkatan akses transportasi tersebut.
Penyelesaian proyek Jalan Galeh–Ngrampal juga diharapkan memperkuat konektivitas Jalur Tengah Jawa Tengah, terutama antara Sragen dan Grobogan, sekaligus mendukung kelancaran arus barang dan aktivitas ekonomi masyarakat di kedua wilayah. (Adv)