KENDAL (jatengreport.com) - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang menggelar Festival Anak Sholeh di Musholla Nurul Huda, Desa Pucangrejo, Kabupaten Kendal, sebagai bentuk peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, pada hari Sabtu (22/8/2026).
Kegiatan ini diselenggarakan untuk mengenalkan dan menanamkan nilai-nilai keislaman kepada anak-anak sejak dini.
Kegiatan yang diadakan yaitu lomba adzan yang diikuti oleh anak-anak di lingkungan Desa Pucangrejo. Sebanyak 27 peserta mengikuti lomba dengan mengumandangkan adzan di hadapan juri dan warga sekitar.
Ketua Takmir Musholla Nurul Huda, Abdul Kholiq, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN yang mengadakan kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan lomba ini memberikan motivasi bagi anak-anak untuk belajar adzan sekaligus meningkatkan ketertarikan mereka untuk datang ke musholla.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa KKN UIN Walisongo yang sudah berinisiatif mengadakan acara ini. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut, dan anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang sholeh dan cinta kepada musholla,” ujar Abdul Kholiq.
Sementara Ketua Panitia Festival Anak Sholeh, Dzihan Nawalun Nuha atau akrab disapa Dewa, mengatakan antusiasme anak-anak untuk mengikuti lomba cukup tinggi dan bersemangat.
“Tujuan utama kami mengadakan lomba ini sangat sederhana, yaitu menanamkan cinta kepada musholla sejak dini, serta melatih keberanian dan kepercayaan diri anak-anak. Melihat mereka berani tampil melafalkan adzan di depan umum, kami sebagai panitia sudah merasa sangat puas dan bangga,” ungkap Dzihan.
Para pemenang mendapatkan piala dan piagam, sedangkan peserta juga memperoleh alat tulis sebagai bentuk apresiasi atas keberanian mereka mengikuti perlombaan.

Abdul Ghofur salah satu orang tua, menilai kegiatan yang digelar Tim KKN UIN Walisongo menjadi langkah positif dalam mendukung generasi muslim, khususnya melalui kegiatan keagamaan yang dikenalkan sejak usia dini.
“Kali ini tim KKN telah mewujudkan suatu kegiatan yang mendukung generasi muslim dalam kategori adzan. Semoga tahun depan kegiatan ini dapat dikembangkan dengan adanya tilawah, kaligrafi, tartil, dan kegiatan keagamaan lainnya,” ungkap Abdul Ghofur.
Kehadiran orang tua dan warga yang menyaksikan perlombaan turut menambah antusiasme peserta. Dukungan tersebut menunjukkan adanya perhatian masyarakat terhadap kegiatan pendidikan keagamaan bagi anak-anak di lingkungan Musholla Nurul Huda.
Melalui Festival Anak Sholeh, Tim KKN UIN Walisongo berharap kegiatan keagamaan bagi anak-anak dapat terus dikembangkan dan menjadi bagian dari pembinaan generasi muslim sejak dini. Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada perlombaan adzan, tetapi dapat berkembang menjadi berbagai kegiatan keagamaan lain yang mendorong anak-anak untuk belajar, berani tampil, serta mencintai musholla sebagai tempat belajar dan tumbuh.(eko)