26 Aug 2026 | Jawa Tengah
Jatengreport
Jateng

Wonogiri Berpotensi Jadi Sentra Sapi Berkualitas, DPRD Jateng Dorong Penguatan Peternakan

Bintang 06 Agt 2026
Wonogiri Berpotensi Jadi Sentra Sapi Berkualitas, DPRD Jateng Dorong Penguatan Peternakan

WONOGIRI (Jatengreport.com) - Komisi B DPRD Jawa Tengah mendorong pengembangan usaha pembudidayaan sapi di Kecamatan Bulukerto, Kabupaten Wonogiri. Pengembangan sektor peternakan dinilai memiliki prospek besar untuk meningkatkan ketersediaan daging dan susu sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Jawa Tengah.

Sekretaris Komisi B DPRD Jateng, dr. Sholeha Kurniawati, menyampaikan hal tersebut saat melakukan pemantauan langsung ke salah satu lokasi pembudidayaan sapi di Kecamatan Bulukerto, Senin (3/8/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Sholeha melihat secara langsung kondisi kandang dan aktivitas pembudidayaan sapi yang dilakukan masyarakat. Menurut dia, kondisi peternakan di wilayah tersebut menunjukkan potensi yang cukup kuat untuk dikembangkan menjadi usaha peternakan yang lebih produktif.

“Kabupaten Wonogiri memiliki potensi untuk menjadi lokasi pembudidayaan sapi berkualitas. Dari hasil pantauan, kandang-kandang sapi di sini sudah memenuhi standar sehingga berpeluang menghasilkan produk daging dan susu yang baik,” ujar Sholeha.

Ia mengatakan, salah satu kekuatan peternakan di Bulukerto terletak pada ketersediaan dan keragaman jenis sapi. Distribusi sapi di wilayah tersebut juga cukup besar sehingga membuka peluang pengembangan usaha dari sisi pembibitan, pembesaran hingga produksi.

“Di sini pasokan dan distribusi sapi cukup besar dan potensial untuk pembudidayaan. Variannya banyak, mulai dari sapi lokal, Brahman hingga sapi Limousin,” katanya.

Gambar tambahan berita

Menurut Sholeha, potensi tersebut perlu dikelola secara berkelanjutan agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat. Pengembangan peternakan tidak cukup hanya berorientasi pada jumlah ternak, tetapi juga perlu memperhatikan kualitas pemeliharaan, produktivitas, kesehatan hewan, serta keberlanjutan pasokan.

Dengan pengelolaan yang baik, peternakan sapi di Wonogiri berpeluang menjadi salah satu penopang kebutuhan pangan masyarakat. Produksi daging dan susu yang berasal dari peternakan lokal dapat memperkuat ketersediaan pangan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.

Sholeha menilai penguatan sektor peternakan juga memiliki dampak ekonomi bagi masyarakat. Aktivitas peternakan dapat membuka ruang usaha bagi peternak, pedagang, penyedia pakan, hingga pelaku distribusi. Rantai ekonomi tersebut dapat berkembang seiring meningkatnya permintaan terhadap produk peternakan.

“Dari sini masyarakat bisa mengakses kebutuhan daging dan susu. Ini merupakan usaha yang dibutuhkan masyarakat. Dengan swasembada daging dan susu, kita sekaligus mendukung program ketahanan pangan,” tegasnya.

Ia berharap potensi peternakan di Bulukerto mendapat perhatian dan dukungan dari berbagai pihak. Pemerintah daerah, peternak, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya dinilai perlu membangun kerja sama agar pengembangan peternakan berjalan lebih terarah.

Dukungan tersebut dapat diarahkan pada peningkatan kapasitas peternak, penguatan manajemen budidaya, penyediaan pakan, peningkatan kualitas bibit, serta akses pasar. Dengan dukungan yang terintegrasi, produktivitas peternakan diharapkan meningkat dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Komisi B DPRD Jateng menilai Wonogiri memiliki modal penting untuk mengembangkan sektor peternakan. Ketersediaan ternak, keragaman jenis sapi, serta kondisi kandang yang dinilai telah memenuhi standar menjadi dasar untuk mendorong pengembangan lebih lanjut.

Penguatan peternakan di Wonogiri pada akhirnya tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi komoditas. Sektor ini juga dapat menjadi bagian dari strategi daerah dalam menjaga ketersediaan pangan, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan membangun ekonomi berbasis potensi lokal.

Melalui pengembangan yang konsisten, Bulukerto diharapkan mampu memperkuat peran Wonogiri sebagai salah satu daerah yang berkontribusi terhadap penyediaan daging dan susu di Jawa Tengah. Potensi tersebut menjadi semakin penting di tengah kebutuhan untuk memperkuat ketahanan pangan dari tingkat daerah hingga nasional.(Adv)


-
Bagikan

Berita Terkait