26 Jul 2026 | Jawa Tengah
Jatengreport
Jateng

Lima Sekolah di Thailand Selatan Siap Menjadi Mitra PPL-KKN Internasional UPGRIS

Bintang 21 Jan 2026
Lima Sekolah di Thailand Selatan Siap Menjadi Mitra PPL-KKN Internasional UPGRIS

Hat Yai, Thailand Selatan (Jatengreport.com) – Komitmen Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang (UPGRIS) dalam memperluas kerja sama internasional kembali mendapat respons positif dari berbagai institusi pendidikan di luar negeri. 

Pada pelaksanaan program tahun 2026, sebanyak lima sekolah di Thailand Selatan menyatakan kesiapannya menjadi mitra penyelenggaraan Program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Internasional dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional bagi mahasiswa UPGRIS melalui fasilitasi Al Hidayah Foundation.

Kelima sekolah tersebut yakni Songsermsasana Vitaya School, Muslimeen Suksa School, Bangul Durian Islamic School, Phatnawitya School Yala, dan Songsermsasana School.

Kesiapan lima sekolah tersebut menjadi bukti meningkatnya kepercayaan mitra internasional terhadap kualitas mahasiswa, dosen pembimbing, serta tata kelola program internasional yang dikembangkan UPGRIS. 

Dengan dukungan jaringan sekolah di wilayah Hat Yai dan sekitarnya, mahasiswa akan memperoleh pengalaman belajar yang lebih beragam sekaligus berkontribusi secara langsung dalam pengembangan pendidikan di sekolah mitra.

Program PPL Internasional dan KKN Internasional merupakan implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar di luar kampus melalui pengalaman nyata di lingkungan pendidikan internasional. 

Selain melaksanakan praktik mengajar, mahasiswa juga terlibat dalam berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat, pengembangan literasi, pembelajaran berbasis budaya, serta program pemberdayaan sekolah yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing mitra.

Kelima sekolah mitra memiliki karakteristik yang beragam, mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga menengah dengan latar belakang sosial dan budaya yang berbeda. 

Keberagaman tersebut menjadi ruang belajar yang luas bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi pedagogik, komunikasi lintas budaya, kepemimpinan, serta kemampuan beradaptasi dalam lingkungan global.

Rektor UPGRIS, Dr. Sri Suciati, M.Hum., mengatakan bertambahnya sekolah mitra menunjukkan semakin kuatnya posisi UPGRIS dalam membangun kemitraan internasional yang berkelanjutan.

"Kepercayaan yang diberikan oleh sekolah-sekolah di Thailand Selatan merupakan amanah sekaligus motivasi bagi UPGRIS untuk terus meningkatkan kualitas program internasional. Kami berharap mahasiswa tidak hanya belajar menjadi pendidik profesional, tetapi juga menjadi duta bangsa yang membawa nilai-nilai kolaborasi, toleransi, dan inovasi," ujarnya.

Keberhasilan memperluas jaringan sekolah mitra juga tidak terlepas dari peran Al Hidayah Foundation yang selama ini menjadi jembatan komunikasi antara UPGRIS dan institusi pendidikan di Thailand Selatan. 

Melalui hubungan yang telah terjalin selama beberapa tahun, proses koordinasi, penempatan mahasiswa, hingga evaluasi program dapat berjalan secara efektif sehingga memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.

Kepala UPT Kerja Sama dan Urusan Internasional (KUI) UPGRIS, Dr. Nur Hidayat, M.Hum., menjelaskan bahwa bertambahnya sekolah mitra membuka peluang pengembangan program internasional yang lebih luas pada masa mendatang.

"Semakin banyak sekolah yang bergabung berarti semakin besar pula kesempatan mahasiswa untuk memperoleh pengalaman internasional yang berkualitas. Kemitraan ini tidak hanya mendukung mobilitas mahasiswa, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dosen, penelitian bersama, pengabdian kepada masyarakat, hingga pengembangan kurikulum berbasis internasional," jelasnya.

Pelaksanaan program ini mengadopsi kerangka IPCSA 5E sebagai model pengembangan kerja sama internasional UPGRIS. Pilar Education diwujudkan melalui praktik pembelajaran langsung di sekolah mitra. 

Exchange berlangsung melalui pertukaran pengalaman dan praktik pendidikan antara Indonesia dan Thailand. Engagement tercermin dari keterlibatan aktif guru, mahasiswa, dosen, dan masyarakat dalam setiap tahapan program.

Sementara itu, Empowerment diwujudkan melalui kontribusi mahasiswa dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran dan berbagai kegiatan sekolah. 

Adapun Employability menjadi luaran yang diharapkan melalui peningkatan kompetensi global mahasiswa, kemampuan komunikasi lintas budaya, kepemimpinan, kolaborasi, serta penyelesaian masalah di lingkungan internasional.

Salah seorang guru dari sekolah mitra di Hat Yai mengaku antusias menyambut kehadiran mahasiswa UPGRIS.

"Kami sangat senang dapat kembali menerima mahasiswa dari UPGRIS. Mereka tidak hanya membantu proses pembelajaran di kelas, tetapi juga membawa ide-ide kreatif, metode pembelajaran yang inovatif, dan semangat kolaborasi yang memberikan inspirasi bagi guru maupun siswa di sekolah kami," tuturnya.

Bagi mahasiswa, keberadaan lima sekolah mitra tersebut menjadi kesempatan untuk belajar dari beragam karakteristik peserta didik dan sistem pendidikan yang berbeda. 

Pengalaman tersebut semakin memperkaya implementasi MBKM karena mahasiswa tidak hanya mengembangkan kompetensi akademik, tetapi juga membangun jejaring internasional yang bermanfaat bagi pengembangan karier profesional di masa depan.

Melalui dukungan lima sekolah mitra di Hat Yai, Thailand Selatan, bersama Al Hidayah Foundation, UPGRIS semakin memperkokoh posisinya sebagai perguruan tinggi yang aktif mengembangkan pendidikan bertaraf internasional. 

Penguatan jejaring sekolah ini menjadi bukti bahwa kerja sama internasional yang dibangun secara berkelanjutan mampu memberikan dampak nyata bagi institusi, mahasiswa, maupun masyarakat, sekaligus mengimplementasikan nilai-nilai IPCSA 5E dalam setiap pelaksanaan Program PPL Internasional dan KKN Internasional.***

-
Bagikan

Berita Terkait