28 Aug 2026 | Jawa Tengah
Jatengreport
Jateng

Menjawab Tantangan Berhitung Kelas 5 Melalui Media Papan Musi

Eko Purwanto 27 Agt 2026
Menjawab Tantangan Berhitung Kelas 5 Melalui Media Papan Musi
Oleh: Festiana Fajar Suryaningsih Sumbawati, S.Pd. (Guru Kelas 5 SDN 2 Lumansari)


Mata pelajaran Matematika sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi siswa di sekolah dasar. Memasuki kelas 5, salah satu materi yang kerap memicu kesulitan belajar adalah Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB).

Bagi sebagian besar siswa, memahami konsep kelipatan dan faktor bukan sekadar urusan menghafal perkalian dasar. Mereka dituntut untuk membedakan antara persekutuan kelipatan dan pembagi faktor secara logis. Permasalahan yang sering ditemui di kelas adalah siswa kerap tertukar antara konsep KPK dan FPB, terutama ketika diminta menyelesaikannya dalam bentuk soal cerita kontekstual. Jika pembelajaran hanya disajikan melalui rumus abstrak atau pohon faktor di papan tulis, siswa cenderung menghafal langkah-langkahnya tanpa memahami esensi konsepnya secara mendalam.

Untuk menjembatani abstraksi konsep tersebut, penggunaan media konkret menjadi kunci utama. Salah satu alat peraga interaktif yang sangat efektif dan terbukti ramah anak di kelas 5 adalah Papan Musi (Papan Multi Fungsi).

Papan Musi merupakan media pembelajaran visual-taktil berbentuk papan berpetak angka yang dilengkapi dengan pin atau penanda warna-warni. Melalui Papan Musi, siswa diajak "bermain" menempatkan pin sesuai dengan kelipatan atau faktor dari bilangan yang sedang dicari.

Penerapan media Papan Musi pada materi KPK dan FPB di kelas 5 memberikan beberapa dampak positif yang signifikan:

  1. Visualisasi Konsep Persekutuan yang Konkret
    Saat mencari KPK, siswa menancapkan pin warna A pada angka kelipatan bilangan pertama, dan pin warna B untuk bilangan kedua. Angka yang tertancap dua pin berbeda secara otomatis memperlihatkan kelipatan persekutuan, di mana angka terkecilnya adalah KPK. Begitu pula pada FPB, persekutuan faktor terlihat jelas dari tumpukan penanda terbanyak. Siswa tidak lagi mengira-ngira, melainkan melihat konsep tersebut secara nyata.

  2. Meningkatkan Keaktifan dan Interaksi Kelas
    Penggunaan Papan Musi mengalirkan energi positif di dalam kelas. Siswa tidak sekadar duduk mendengarkan penjelasan guru, melainkan terlibat aktif secara kinestetik dalam memanipulasi media, baik secara mandiri maupun berkolaborasi dalam kelompok kecil.

  3. Mengurangi Beban Kognitif dan Keraguan Siswa
    Dengan adanya alat bantu visual, kecemasan siswa terhadap soal-soal matematika dapat berkurang. Papan Musi memberikan ruang self-correction (koreksi mandiri), di mana siswa dapat melacak kembali letak kekeliruan perhitungan mereka secara sistematis. 

Matematika di sekolah dasar sejatinya bukan tentang membebani memori anak dengan aturan-aturan kaku, melainkan tentang membangun penalaran logis yang menyenangkan. Lewat media Papan Musi, tantangan berhitung materi KPK dan FPB di kelas 5 dapat diurai menjadi pengalaman belajar yang konkret, interaktif, dan berkesan.

Berita Terkait