10 Aug 2026 | Jawa Tengah
Jatengreport
Jateng

DPR RI dan Kemenag Perkuat English Public Speaking 200 Siswa Madrasah Wonosobo

Bintang 07 Agt 2026
DPR RI dan Kemenag Perkuat English Public Speaking 200 Siswa Madrasah Wonosobo

WONOSOBO (Jatengreport.com) — Sebanyak 200 siswa madrasah di Kabupaten Wonosobo mengikuti kegiatan Madrasah Berdaya: Penguatan English Public Speaking di Era Digital, yang diinisiasi oleh Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan H. Wibowo Prasetyo dan diselenggarakan oleh Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Jumat (7/8/2026).

Pelatihan yang digelar di MAN 1 itu menghadirkan para dosen Program Studi Sastra Inggris Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Nasional sebagai pengajar dan mentor. Kegiatan berlangsung secara interaktif dan diikuti 200 siswa dari MAN 1 Wonosobo, MAN 2 Wonosobo, MTsN 1 Wonosobo, dan MTsN 2 Wonosobo. 

Para peserta dibagi ke dalam empat kelas agar memperoleh kesempatan praktik berbicara di depan publik secara lebih intensif. Selain menerima materi, para siswa juga berlatih presentasi, pidato, diskusi, dan membangun kepercayaan diri menggunakan bahasa Inggris.

Kegiatan dibuka oleh Anggota Komisi VIII DPR RI H. Wibowo Prasetyo. Dalam sambutannya, Wibowo mengatakan bahwa madrasah saat ini telah berkembang menjadi pilihan utama masyarakat karena mampu memadukan pendidikan karakter, penguasaan ilmu pengetahuan, dan nilai-nilai keagamaan. Menurutnya, tantangan berikutnya adalah menyiapkan lulusan madrasah yang mampu bersaing di tingkat global.

“Kepercayaan masyarakat kepada madrasah terus meningkat. Tantangan kita berikutnya adalah memastikan lulusan madrasah memiliki kompetensi global. Kemampuan English Public Speaking menjadi salah satu bekal penting agar anak-anak madrasah mampu menyampaikan gagasan, mengikuti kompetisi internasional, memperoleh beasiswa, hingga menjadi pemimpin masa depan yang percaya diri,” ujar Wibowo, legislator Dapil Jawa Tengah VI.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Amin Suyitno, mengapresiasi penyelenggaraan pelatihan tersebut sebagai bagian dari transformasi pendidikan madrasah yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Madrasah harus terus melahirkan generasi yang unggul dalam karakter sekaligus memiliki kemampuan berkomunikasi di tingkat global. Penguasaan bahasa Inggris dan keterampilan public speaking merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki peserta didik untuk menghadapi tantangan dunia yang semakin terbuka,” kata Suyitno.

Sementara itu, Direktur KSKK Madrasah Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Nyayu Khodijah, menegaskan bahwa penguatan soft skills harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas akademik di madrasah.

“Kami ingin madrasah tidak hanya menghasilkan lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keberanian menyampaikan ide, berpikir kritis, mampu berkolaborasi, dan percaya diri tampil di ruang-ruang nasional maupun internasional. Public speaking dalam bahasa Inggris menjadi salah satu kompetensi yang sangat relevan untuk membentuk profil lulusan madrasah yang berdaya saing global,” ujar Nyayu.

Kepala Program Studi Sastra Inggris Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Nasional, Dr. Siti Tuti Alawiyah, menjelaskan bahwa seluruh materi dirancang berbasis praktik sehingga peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga berani berbicara di depan publik.

“Belajar bahasa tidak cukup hanya memahami tata bahasa. Yang lebih penting adalah membangun keberanian untuk berkomunikasi. Karena itu, para dosen kami mendampingi peserta secara langsung melalui latihan presentasi, pidato, diskusi, hingga simulasi berbicara di depan audiens. Semakin sering berlatih, semakin tumbuh rasa percaya diri mereka,” jelasnya.

Senada dengan itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo, Edi Sungkowo, mengatakan pelatihan tersebut menjadi motivasi bagi madrasah di Wonosobo untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman.

“Program ini membuka ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi yang selama ini mungkin belum tergali. Kami berharap kemampuan komunikasi internasional menjadi salah satu keunggulan lulusan madrasah di Kabupaten Wonosobo, sehingga mereka mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Amin Handoyo, Kepala MAN 1 Wonosobo Sunaryo, Kepala MAN 2 Wonosobo Warsam, Kepala MTsN 1 Wonosobo Abdul Malik, Kepala MTsN 2 Wonosobo Eko Widodo, Ketua Komite MAN 1 Wonosobo Basir, beserta para guru pendamping.

Kegiatan Madrasah Berdaya: Penguatan English Public Speaking di Era Digital menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia madrasah melalui kolaborasi antara DPR RI, Kementerian Agama, dan perguruan tinggi. 

Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan tidak hanya semakin terampil menggunakan bahasa Inggris, tetapi juga memiliki keberanian tampil, kemampuan berpikir kritis, dan kepercayaan diri untuk menjadi generasi madrasah yang mampu bersaing di tingkat global tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan karakter kebangsaan.

-
Bagikan

Berita Terkait