09 Aug 2026 | Jawa Tengah
Jatengreport
Jateng

Wamen PU Tantang Mahasiswa UNDIP Ciptakan Solusi untuk Persoalan Masyarakat

Bintang 09 Agt 2026
Wamen PU Tantang Mahasiswa UNDIP Ciptakan Solusi untuk Persoalan Masyarakat

SEMARANG (Jatengreport.com) – Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU) RI Diana Kusumastuti menantang mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) untuk tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga berani menciptakan solusi atas persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

Pesan itu disampaikan Diana saat memberikan kuliah tamu bertajuk “Membangun Generasi Berintegritas melalui Nilai-Nilai Pancasila dan Budaya Antikorupsi” di Gedung Serbaguna Muladi Dome, Kampus UNDIP Tembalang, Jumat (7/8/2026).

Kuliah tamu tersebut menjadi bagian dari Sidang Terbuka Senat Akademik dalam rangka Penerimaan Mahasiswa Baru UNDIP Tahun Akademik 2026/2027 Tahap III. Sebanyak 4.950 mahasiswa baru atau Dipo Muda hadir dalam kegiatan tersebut.

Diana mengatakan, mahasiswa memiliki peran penting dalam menentukan arah pembangunan Indonesia. 

Menurutnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan dengan kemampuan akademik, tetapi juga generasi yang memiliki integritas dan mampu memberikan manfaat.

“Indonesia tidak kekurangan orang pintar.

Indonesia membutuhkan lebih banyak generasi muda yang dapat dipercaya,” kata Diana.

Ia menilai riset, inovasi, dan pengabdian masyarakat harus diarahkan untuk menjawab persoalan konkret di lapangan. 

Termasuk persoalan pembangunan, pelayanan publik, hingga keberlanjutan lingkungan.

Diana yang merupakan alumnus Departemen Arsitektur Fakultas Teknik UNDIP itu mengatakan pembangunan tidak bisa hanya dilihat dari banyaknya infrastruktur yang dibangun.

Jalan, gedung, sistem penyediaan air, dan fasilitas publik, kata dia, harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

“Teknologi perlu digunakan untuk memperbaiki sistem dan memberi manfaat, bukan justru membuka ruang penyalahgunaan,” tegasnya.

Dalam kuliah tersebut, Diana juga menekankan pentingnya membangun budaya antikorupsi sejak mahasiswa.

Menurutnya, korupsi tidak selalu dimulai dari tindakan besar. Kebiasaan kecil seperti menyontek, melanggar aturan, mendahulukan kedekatan dibanding ketentuan, hingga membiarkan kesalahan dapat menjadi pintu masuk hilangnya integritas.

“Integritas dibangun dari kebiasaan-kebiasaan kecil. Datang tepat waktu, tidak menyontek, bertanggung jawab, menghargai perbedaan, berani berkata benar, dan menolak sesuatu yang tidak semestinya, sekecil apa pun itu,” ujarnya.

Diana menyebut transparansi, akuntabilitas, dan inovasi menjadi tiga hal penting dalam memperkuat sistem sekaligus mempersempit ruang praktik korupsi.

Mahasiswa, lanjut dia, memiliki keunggulan dalam penguasaan teknologi dan kemampuan beradaptasi. Potensi tersebut harus dimanfaatkan untuk menciptakan inovasi yang memperkuat pengawasan dan keterbukaan publik.

Diana juga mengingatkan mahasiswa mengenai tantangan menuju Indonesia Emas 2045. Kemajuan bangsa, menurutnya, tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur dan teknologi.

Kualitas manusia yang mengelola dan memimpin justru menjadi faktor penentu.

“Pribadi yang pintar tanpa integritas akan menjadi ancaman. Sebaliknya, integritas yang kuat membuat ilmu pengetahuan memberi manfaat sebesar-besarnya,” katanya.

Rektor: Jangan Hanya Kejar Gelar

Sementara itu, Rektor UNDIP Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., meminta mahasiswa baru tidak menjadikan kelulusan dan gelar sebagai satu-satunya target selama kuliah.

Ia mendorong mahasiswa berani mencoba berbagai hal, memperluas pergaulan, aktif dalam kegiatan kemahasiswaan, serta mengembangkan kemampuan di luar bidang akademik.

Suharnomo menyebut sekitar 16.267 mahasiswa diterima UNDIP dari keseluruhan pendaftar. Jumlah tersebut hanya sekitar empat persen dari total pendaftar.

“Berpikir kecil capek, berpikir besar juga capek. Pilih yang besar, pilih yang berdampak besar untuk diri sendiri dan masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan, ilmu yang diperoleh selama berada di kampus harus berujung pada kebermanfaatan bagi masyarakat.

Suharnomo mencontohkan sejumlah inovasi UNDIP, salah satunya teknologi pengolahan air atau water treatment yang telah dimanfaatkan di sejumlah wilayah, termasuk kawasan pesisir utara Jawa dan daerah yang menghadapi persoalan ketersediaan air.

UNDIP juga terus mengembangkan konsep kampus hijau dan bebas sampah atau zero waste sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan.

“Sebaik-baik kampus adalah yang paling banyak manfaatnya bagi masyarakat,” pungkas Suharnomo.***

-
Bagikan

Berita Terkait