JAKARTA (Jatengreport.com) — Pesisir Jakarta menghadapi tekanan lingkungan yang semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim, kenaikan muka air laut, abrasi, hingga penurunan muka tanah. Dalam kondisi tersebut, upaya restorasi mangrove menjadi kian penting karena berperan sebagai benteng alami pesisir, penyerap karbon, sekaligus penopang keberlanjutan lingkungan bagi masyarakat sekitar.
Sebagai bagian dari penguatan ketahanan ekosistem pesisir, Prudential Indonesia bersama CarbonEthics kembali melakukan penanaman 5.500 bibit mangrove di Pulau Harapan. Kegiatan yang digelar dalam rangka Hari Mangrove Sedunia ini diproyeksikan mampu menyerap hingga 181,5 ton setara karbon dioksida (CO₂e) secara kumulatif dalam periode 20 tahun, Jumat (7/8).
Urgensi perlindungan wilayah pesisir semakin diperkuat oleh riset Badan Riset dan Inovasi Nasional yang mencatat rata-rata laju penurunan muka tanah Jakarta mencapai sekitar 5,71 cm per tahun, dengan penurunan dominan terjadi di wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Kondisi ini meningkatkan kebutuhan akan solusi berbasis alam, termasuk restorasi mangrove, untuk meredam risiko lingkungan di kawasan pesisir.
Sementara itu, data Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menunjukkan bahwa dari total 608,22 hektare luas mangrove di Jakarta pada 2024, sekitar 36,54 hektare berada dalam kategori jarang. Pemantauan di 25 lokasi juga mencatat 9,95% tegakan mangrove mengalami kerusakan akibat berbagai faktor seperti sampah kiriman laut, limbah domestik, gangguan fisik, serta banjir rob.
Sejak 2022, Prudential Indonesia tercatat telah menanam total 30.800 pohon mangrove di wilayah pesisir. Aksi terbaru ini juga melibatkan lebih dari 50 karyawan dan tenaga pemasar yang mengikuti sesi edukasi serta seremoni penanaman di Taman Wisata Alam Angke Kapuk. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya mangrove dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.
Direktur Kepatuhan sekaligus Chief Risk & Compliance Officer Prudential Indonesia, Maria Rosalinda, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan lingkungan.
“Sebagai perusahaan asuransi jiwa yang memberikan perlindungan jangka panjang, kami percaya bahwa keberlanjutan juga berarti menjaga lingkungan tempat masyarakat hidup dan bertumbuh. Melalui penanaman mangrove ini, kami ingin mengajak karyawan dan tenaga pemasar untuk berkontribusi langsung dalam menjaga ekosistem pesisir. Langkah sederhana yang dilakukan bersama dapat memberikan manfaat bagi lingkungan dan generasi mendatang, sejalan dengan semangat kami: Dari Prudential Untuk Bumi,” jelas Maria.
Selain melindungi pesisir, mangrove juga berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim melalui kemampuannya menyerap dan menyimpan karbon. Proyeksi penyerapan 181,5 ton CO₂e dari penanaman ini sejalan dengan target nasional melalui program Indonesia’s FOLU Net Sink 2030, yang menargetkan sektor kehutanan dan penggunaan lahan mencapai emisi bersih negatif sebesar -140 juta ton CO₂e pada 2030.
Co-Founder & Chief Executive Officer CarbonEthics, Bimo Soewadji, menegaskan pentingnya kolaborasi dalam upaya restorasi mangrove.
“Mangrove memberikan manfaat yang dirasakan dalam jangka panjang, baik bagi lingkungan maupun masyarakat pesisir. Upaya restorasi akan memberikan hasil yang lebih luas ketika dijalankan melalui kolaborasi berbagai pihak. Kami mengapresiasi Prudential Indonesia yang terus mendukung pelestarian ekosistem mangrove melalui langkah yang konsisten dan melibatkan partisipasi karyawan secara langsung,” ujarnya.
Penanaman ini menjadi bagian dari konsistensi aksi lingkungan Prudential Indonesia. Selain penanaman mangrove, perusahaan juga mencatat berbagai capaian keberlanjutan, di antaranya penurunan konsumsi air operasional hingga 67% di dua gedung operasional serta pengumpulan dan daur ulang 0,2 ton sampah dalam ajang PRUActive Family.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, Prudential Indonesia terus mendorong praktik bisnis yang berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat.