03 Aug 2026 | Jawa Tengah
Jatengreport
Lifestyle

Panggung Folk Me Up IV Jadi Penutup Hangat Monumen Ingatan: Risalah Kota

Aldianza Fatria 03 Agt 2026
Panggung Folk Me Up IV Jadi Penutup Hangat Monumen Ingatan: Risalah Kota

SEMARANG (Jatengreport.com) - Program Folk Me Up IV dari Hysteria Artlab menutup rangkaian Pameran Monumen Ingatan: Risalah Kota melalui pertunjukan musik bertema Kawan Lama di EDMUND Coffee and Meals, Kota Semarang, Kamis (30/7/2026). Pertunjukan ini menjadi agenda terakhir setelah selama sepekan pameran menghadirkan berbagai kegiatan yang berangkat dari hasil riset mengenai bong pay atau makam Tionghoa di sejumlah wilayah Kota Semarang.

Tiga musisi, yakni Pito Doannesta, Swaranabya, dan Biscuittime, tampil bergantian membawakan repertoar dengan karakter yang berbeda. Penampilan mereka menjadi penutup rangkaian pameran yang selama sepekan menampilkan hasil riset terkait makam Tionghoa di berbagai wilayah kota.

Kurator sekaligus Manajer Program Hysteria Artlab, Purna Cipta Nugraha, mengatakan tema Kawan Lama dipilih karena selaras dengan gagasan pameran yang mengangkat ingatan dan nostalgia. Melalui pertunjukan musik, pengunjung diajak menikmati suasana yang lebih santai setelah mengikuti berbagai agenda seperti pameran, diskusi publik, lokakarya, dan pemutaran film dokumenter.

Salah satu personel Biscuittime, Deska, mengaku senang dapat kembali terlibat dalam Folk Me Up. Menurutnya, tema Kawan Lama terasa dekat dengan perjalanan Biscuittime bersama Hysteria.

"Saya senang sekali bisa hadir di kegiatan ini. Tema Kawan Lama terasa sangat dekat karena saya sudah berelasi dengan Hysteria sejak lama. Pada Folk Me Up III, kami juga sempat diundang, jadi senang bisa kembali bertemu dan berjejaring dengan musisi-musisi lainnya," ujar Deska.

Deska menilai Folk Me Up bukan sekadar ruang pertunjukan musik, tetapi juga menjadi wadah bagi musisi independen untuk saling bertemu, bertukar pengalaman, serta memperluas jejaring dengan komunitas maupun penampil lainnya.

Antusiasme juga datang dari penonton. Ninik, mahasiswa program doktoral Universitas Diponegoro, mengaku datang khusus untuk menyaksikan penampilan Swaranabya yang telah lama diikutinya.

"Saya sudah mengikuti Swaranabya sejak S1. Jadi, saat mengetahui Swaranabya akan tampil di sini, saya langsung menyempatkan waktu untuk datang. Kesempatan menyaksikan mereka tampil dalam suasana yang intim seperti ini cukup jarang," kata Ninik.

Meski gerimis sempat turun, penonton tetap bertahan hingga acara berakhir. Sejumlah pengunjung tampak ikut bernyanyi mengikuti lagu-lagu yang dibawakan para musisi.

Pertunjukan musik ini sekaligus menjadi penutup rangkaian Monumen Ingatan: Risalah Kota yang berlangsung sejak 25 Juli 2026. Selama penyelenggaraannya, pameran menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari diseminasi riset, lokakarya kaligrafi Mandarin, pemutaran film dokumenter hasil riset, diskusi publik, sesi memasak, hingga pertunjukan musik.

Bagikan

Berita Terkait