Kemenpar Ubah Arah Pariwisata 2026, Tak Lagi Kejar Jumlah Wisatawan tapi Kualitas
Nasional
Tim Jateng Report
21 Mei 2026
JAKARTA (Jatengreport.com) - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyiapkan program strategis guna menghadapi tantangan-tantangan di sektor usaha pariwisata selama tahun 2026.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam Rapat Koordinasi Nasional Pariwisata di Jakarta, Rabu (20/5/2026), menyampaikan tiga tantangan global yang saat ini dihadapi oleh sektor pariwisata, yakni dinamika geopolitik di Timur Tengah, pergeseran tren pasar global, dan perubahan iklim.
Perang yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran di wilayah Timur Tengah mempengaruhi kunjungan wisatawan mancanegara dan berdampak pada pemasukan devisa.
Selain itu, digitalisasi telah menyebabkan perubahan dalam penggunaan pelayanan pariwisata. Wisatawan kini lebih menginginkan pengalaman wisata yang unik, personal, dan berkualitas tinggi.
Menteri Pariwisata menyampaikan bahwa perubahan iklim antara lain berpengaruh pada kondisi cuaca dan potensi bencana.
Perubahan cuaca yang semakin susah diprediksi berdampak pula pada kegiatan pariwisata.
Di dalam negeri, Widiyanti melanjutkan, para pelaku usaha pariwisata menghadapi tantangan berkenaan dengan perkembangan model bisnis pariwisata, keterbatasan infrastruktur, dan praktik keselamatan dalam kegiatan wisata.
Guna menghadapi tantangan-tantangan itu, menurut dia, Kementerian Pariwisata telah menyiapkan lima program strategis selaras dengan Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Kelima program yang dimaksud mencakup peningkatan keselamatan berwisata, pengembangan desa wisata, peningkatan pariwisata berkualitas, Event by Indonesia, dan Tourism 5.0.
Program peningkatan keselamatan berwisata akan difokuskan pada pelatihan dan sertifikasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan para pelaku usaha pariwisata dalam menghadapi berbagai risiko.
Pengembangan desa wisata mencakup pelaksanaan sertifikasi desa wisata (Sertidewi) serta sertifikasi halal bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
Guna meningkatkan penyediaan layanan pariwisata berkualitas, Menteri Pariwisata mengatakan, pemerintah mendorong pengembangan wisata minat khusus seperti gastronomi, bahari, kebugaran, wastra, serta seni dan budaya.
“Wisata yang berkualitas kita tidak lagi semata-mata berfokus pada kuantitas wisatawan, tetapi juga kualitasnya yaitu wisatawan yang berpengeluaran lebih tinggi,” katanya.
Dalam program Event by Indonesia, Kementerian Pariwisata menargetkan penyelenggaraan berbagai acara dan kegiatan yang menunjukkan identitas Indonesia dalam Karisma Event Nusantara (KEN).
Tourism 5.0 dihadirkan untuk merespons kebutuhan wisatawan akan kemudahan mengakses layanan pariwisata yang lebih personal dengan dukungan platform digital. ***
tag: berita