Dorong Manfaat Riset ke Publik, UNDIP Gandeng Media Kenalkan Nutri Sun D3
Jateng
Bintang
13 Mar 2026
SEMARANG (Jatengreport.com) – Universitas Diponegoro (UNDIP) menggelar media gathering bersama puluhan wartawan dari media nasional dan lokal guna memperkuat sinergi dalam menyebarluaskan inovasi hasil riset kampus kepada masyarakat.
Dalam forum tersebut, para peneliti UNDIP memaparkan inovasi Nutri Sun D3, makanan pendamping ASI (MPASI) yang dikembangkan untuk membantu mencegah stunting sekaligus menjadi alternatif pangan bagi balita dalam situasi darurat bencana.
Kegiatan bertema “UNDIP Jalin Sinergitas dengan Wartawan, Sebarkan Inovasi Bermartabat dan Bermanfaat untuk Masyarakat” itu berlangsung di Ruang Sidang Rektor Gedung Widya Puraya Lantai 2, Kampus UNDIP Tembalang, Kamis (12/3/2026). Lebih dari 30 wartawan dari berbagai media hadir dalam kegiatan tersebut.
Wakil Rektor Riset, Inovasi, Kerja Sama dan Komunikasi Publik UNDIP, Wijayanto, mengatakan kampus dan media memiliki peran yang sama dalam menyampaikan kebenaran kepada publik.
“Kalau jurnalis menyampaikan kebenaran jurnalistik melalui proses verifikasi, maka kampus menyampaikan kebenaran ilmiah melalui riset. Karena sama-sama berurusan dengan kebenaran untuk memberi pencerahan kepada publik, maka kampus dan media memang sudah seharusnya bekerja sama,” ujarnya.
Ia menegaskan sebagai universitas riset, UNDIP terus mendorong agar hasil penelitian tidak berhenti pada publikasi ilmiah semata, tetapi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Proses reproduksi ilmu pengetahuan yang dilakukan di universitas harus berujung pada manfaat nyata bagi masyarakat. Itulah mengapa inovasi menjadi napas para ilmuwan UNDIP untuk berkarya,” kata Wijayanto.
Menurutnya, berbagai riset yang dikembangkan peneliti UNDIP telah menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat, mulai dari teknologi desalinasi air laut untuk masyarakat pesisir hingga inovasi di bidang pangan dan kesehatan.
Dalam media gathering tersebut, peneliti Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran UNDIP, Dr. Fitriyono Ayustaningwarno, memaparkan hasil riset mengenai Nutri Sun D3.
Produk ini merupakan MPASI berbasis bahan pangan lokal yang dirancang untuk membantu pencegahan stunting pada bayi dan balita sekaligus menjadi solusi pangan pada kondisi darurat bencana.
Menurutnya, stunting merupakan gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi kronis pada 1.000 hari pertama kehidupan yang dapat berdampak pada kemampuan kognitif, perkembangan fisik, hingga produktivitas saat dewasa.
“Produk Nutri Sun D3 ini merupakan MPASI yang dapat digunakan untuk membantu mencegah stunting pada bayi dan balita, sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai pangan darurat pada situasi bencana,” jelasnya.
Nutri Sun D3 diformulasikan dari berbagai bahan bergizi, seperti isolat protein kedelai, ubi sebagai sumber karbohidrat, serta sayuran seperti bayam dan brokoli. Produk ini juga diperkaya vitamin D3 untuk mendukung sistem imun dan pertumbuhan anak.
Keunggulan lain dari produk tersebut adalah penggunaan teknologi freeze drying atau pengeringan beku bersuhu rendah. Teknologi ini membuat kandungan gizi, warna, dan rasa bahan pangan tetap terjaga serta memiliki masa simpan yang lebih panjang.
Dr. Fitriyono menambahkan, produk tersebut telah diuji coba dalam situasi darurat banjir di Sumatera Barat pada 2025.
“Pada uji coba tersebut, MPASI ini diberikan kepada bayi dan balita selama 15 hari, dan hasilnya menunjukkan berat badan anak tidak mengalami penurunan, bahkan beberapa mengalami peningkatan,” ungkapnya.
Saat ini, Nutri Sun D3 masih dalam proses pengurusan izin edar sebelum diproduksi secara lebih luas agar dapat dimanfaatkan masyarakat.
Melalui kegiatan media gathering tersebut, UNDIP berharap kolaborasi dengan wartawan dapat terus terjalin sehingga berbagai inovasi riset kampus dapat tersampaikan secara luas kepada publik dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.***
tag: berita