Tak Kunjung Ditangani Pemerintah, Warga Kebonharjo Kendal Urunan Perbaiki Tanggul Kali Bodri
Jateng
Eko Purwanto
07 Feb 2026
KENDAL (Jatengreport.com) - Melihat kondisi tanggul darurat kali bodri di wilayah desa Kebonharjo yang tidak ditangani oleh Pemerintah warga setempat sepakat urunan untuk memperbaiki secara swadaya masyarakat.
Hal tersebut dilakukan karena tanggul kondisi saat ini dirasakan mengkhawatirkan, karena akhir-akhir ini cuaca sering hujan mengakibatkan ketinggian bandung Juwero mencapai 200m.
Kepala desa Kebonharjo Edi Lukman mengatakan, kondisi tanggul Kali Bodri sudah sangat mengkhawatirkan jika tidak secepatnya diperbaiki ya akan longsor kembali dan longsorannya bisa lebih berbahaya.
"Dulu sudah dilakukan penanganan sementara dibuat trucuk dari bambu tetapi sudah tidak kuat lagi, harapanya Pemerintah segera melakukan penanganan secara permanen agar tidak terjadi longsor, " kata Edi Jumat (6/2/2026)
Dijelaskan bahwa anggaran untuk pekerjaan ini murni swadaya dari masyarakat. Karena ketika komunikasi dengan PSDA Kali Bodri Jateng, menyatakan belum ada anggaran. Sedangkan anggaran desa setelah adanya pengurangan alokasi, tidak bisa mengcover seluruh biaya perbaikan.
"Semua warga kebonharjo sepakat untuk urunan bersama. Karena butuh biaya besar, tetapi tidak anggaran dari Pemerintah karena dianggap tidak prioritas," tandas Kepala desa Kebonharjo Edi Lukman.
Edi Lukman menyampaikan, nantinya pekerjaan perbaikan berupa pemasangan trucuk bambu dan jumbo bag di sisi dalam tanggul bawah, volume pekerjaan sekitar 50 m. Untuk teknis pengerjaan dan pekerja diserahkan ke team PSDA Kali Bodri Provinsi Jawa Tengah.
"Pekerjaan ini tidak bisa ditangani warga seluruhnya, karena memang pengerjaanya butuh teknis khusus," terang Edi Lukman.
Sementara, Perkumpulan PETAK BODRI Arif Fajar Hidayat sangat menyambut baik kegiatan swadaya ini. Setelah kemarin Desa Cepiring, Desa Kebonharjo berlanjut Desa Lanji dan Desa Purwosari. Sebenarnya kesadaran warga sangat tinggi.
"Kita tidak tahu sistem penganggaran Pemerintah seperti apa, kok bisa bisanya hal darurat tidak segera ditangani. Kita tidak tahu alasan pemerintah baik Gubernur maupun Bupati tidak turun tangan gerak cepat, " ujar Arif.
Arif mengungkapkan, dari Gubernur Jawa Tengah menyampaikan karena pengelolaan kali bodri di bawah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Sebenarnya Bupati bisa mengalokasikan dengan kegiatan DTT wong sudah kritis begitu tanggulnya nunggu apalagi atau nunggu jebol lagi.
"Kami sangat mengkhawatirkan dengan kondisi tanggul kali bodri saat ini. Desa Kebonharjo baru selesai November kemarin, dihantam air Januari di ketinggian juwero 200 cm dengan kategori aman namun langsung longsor, memang harus ada tindakan dengan dibuat tanggul permanen, "ungkap Arif.
Kepan sesuai janji Wakil Gubernur Jawa Tengah KH Taj Yasin terkait alokasi anggaran 2026 untuk tanggul permanen akan terus dikawal hingga terealisasi.
"kami bersama kepala desa dan warga yang terdampak tanggul kritis yaitu Desa Cepiring, Desa Kebonharjo, Desa Lanji akan terus menagih janji kepada Wakil Gubernur Jawa Tengah yang akan merealisasi tanggul permanen" pungkasnya.(eko)
tag: berita