Mahasiswa UNDIP Perkenalkan HAZOP dan NFPA 704, Tingkatkan Keselamatan Operasional Biodigester di Desa Tangkisan
Jateng
Bintang
06 Feb 2026
PURWOREJO (Jatengreport.com) – Upaya meningkatkan keselamatan pemanfaatan energi terbarukan terus dilakukan mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP).
Melalui program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT), Tim 36 UNDIP memperkenalkan konsep Hazard and Operability Study (HAZOP) serta standar keselamatan NFPA 704 kepada masyarakat Desa Tangkisan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Senin (2/2/2026) lalu.
Kegiatan ini difokuskan pada pengecekan dan identifikasi potensi bahaya di sekitar area biodigester berbasis limbah kotoran sapi yang selama ini dimanfaatkan warga sebagai sumber energi alternatif rumah tangga.
Pemetaan risiko dilakukan langsung di lapangan dengan mengamati kondisi struktur digester, sistem perpipaan, manometer, kompor biogas, hingga area kerja di sekitarnya.
Anggota Tim 36 KKNT UNDIP dari Jurusan Teknik Kimia, Benaya Matius Marpaung, menjelaskan bahwa biodigester meski ramah lingkungan tetap memiliki potensi risiko keselamatan yang perlu dikelola secara baik dan sistematis.
“Risiko seperti kebocoran gas, tekanan berlebih, paparan gas metana, hingga potensi bahaya fisik dan kimia bisa muncul jika pengoperasian tidak dilakukan dengan benar. Karena itu, diperlukan pemahaman dasar mengenai keselamatan operasional,” ujar Benaya, dalam keterangan persnya.
Dalam pendampingan tersebut, Benaya memperkenalkan metode HAZOP, sebuah pendekatan sistematis yang umum digunakan di dunia industri untuk mengidentifikasi potensi bahaya dan penyimpangan operasional.
Metode ini kemudian disederhanakan agar mudah dipahami dan diterapkan oleh masyarakat pengguna biodigester skala rumah tangga.
Melalui pendekatan HAZOP, setiap tahapan proses biodigester dianalisis berdasarkan kemungkinan penyimpangan, seperti aliran gas terhambat, tekanan terlalu tinggi, kebocoran, maupun kesalahan pengoperasian. Hasil identifikasi tersebut menjadi dasar penyusunan langkah pencegahan dan pengendalian risiko yang bersifat praktis dan aplikatif.
Sebagai tindak lanjut, Tim 36 KKNT UNDIP juga menyusun sebuah booklet berjudul “Panduan Keselamatan Operasional Biodigester Berbasis Identifikasi Risiko dan NFPA 704”. Booklet ini disiapkan sebagai media edukasi bagi warga Desa Tangkisan agar lebih mudah memahami potensi bahaya dan prinsip keselamatan kerja.
Dalam booklet tersebut, masyarakat diperkenalkan pada Diamond Hazard NFPA 704, yakni sistem simbol visual berwarna yang menunjukkan tingkat bahaya kesehatan, kemudahan terbakar, reaktivitas, serta risiko khusus suatu bahan atau sistem.
Simbol ini membantu warga memahami karakteristik bahaya gas metana yang dihasilkan biodigester.
“Melalui simbol NFPA 704, masyarakat jadi lebih mudah mengenali risiko. Pendekatan visual ini efektif untuk meningkatkan kesadaran keselamatan, terutama bagi pengguna biodigester di tingkat rumah tangga,” jelas Benaya.
Selain pembagian booklet, kegiatan juga diisi dengan sosialisasi langsung mengenai cara membaca simbol NFPA 704, pentingnya pemantauan tekanan melalui manometer, larangan penggunaan sumber api terbuka di sekitar digester, serta pentingnya ventilasi yang memadai.
Masyarakat Desa Tangkisan menyambut positif kegiatan tersebut. Warga menilai pendampingan ini memberikan wawasan baru terkait aspek keselamatan yang sebelumnya belum banyak diperhatikan, sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dalam mengoperasikan biodigester sebagai sumber energi alternatif.
Melalui pengenalan HAZOP dan penyusunan panduan keselamatan ini, Tim 36 KKNT Universitas Diponegoro berharap pengelolaan biodigester di Desa Tangkisan tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan energi terbarukan, tetapi juga mengedepankan keselamatan, kesadaran risiko, serta keberlanjutan jangka panjang sebagai bagian dari penerapan teknologi tepat guna berbasis masyarakat.***
tag: berita