Hunian Tetap Mulai Disiapkan, Kemenhut Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Aceh dan Sumut
Nasional
Bintang
07 Jan 2026
ACEH (Jatengreport.com) - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terus melakukan penanganan lanjutan terhadap dampak bencana alam di wilayah Sumatera, khususnya terkait pembersihan material kayu sisa banjir di sejumlah titik terdampak, antara lain di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, serta beberapa wilayah di Provinsi Sumatera Utara.
Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL), Subhan, menyampaikan bahwa upaya pembersihan saat ini dipusatkan di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan. Lokasi tersebut masih mengalami kendala akses akibat timbunan kayu yang terbawa arus banjir.
“Kayu yang masih memiliki nilai guna telah dikumpulkan di sekitar lokasi kejadian. Tim Balai Pengelolaan Hutan Lestari (BPHL) juga telah melakukan pengukuran dengan hasil sementara sebanyak 103 batang kayu atau setara 93,11 meter kubik,” kata Subhan, Rabu (7/1/2026).
Ia menjelaskan, Kemenhut mengerahkan tim gabungan yang terdiri dari BBTNGL, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS), Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH), serta Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Wilayah Sumatera.
Seluruh unsur tersebut bersinergi dengan instansi terkait lainnya dengan dukungan 23 unit alat berat.
Puluhan alat berat tersebut meliputi 21 unit milik Kemenhut, terdiri atas 10 ekskavator capit, sembilan ekskavator, dan dua buldozer.
Selain itu, TNI turut mengerahkan satu unit ekskavator dan satu buldozer, sementara Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menurunkan dua unit ekskavator tambahan.
Tak hanya di kawasan permukiman warga, satu unit alat berat juga dikerahkan untuk membersihkan parit dan halaman SMP Negeri 3 Langkahan.
Sementara itu, sekitar 50 personel Kemenhut lainnya melakukan pembersihan di SD Negeri 4 Langkahan yang berhasil membersihkan satu ruang perpustakaan, satu gudang olahraga, serta empat kamar mandi.
Subhan menambahkan, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, pemanfaatan kayu sisa bencana oleh lembaga kemanusiaan Rumah Zakat bersama masyarakat diperkirakan mencapai sekitar tiga meter kubik, dengan menggunakan tujuh unit gergaji mesin.
Adapun total pemanfaatan kayu sejak 29 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026 diperkirakan mencapai 18,5 meter kubik.
“Data tersebut masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui sesuai perkembangan di lapangan,” ujarnya.
Hingga saat ini, tercatat tiga unit hunian sementara (huntara) masih dalam tahap pembangunan.
Di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang, personel BPKH Sumatera Utara bersama tim Manggala Agni juga masih melanjutkan pembersihan sisa material kayu di rumah-rumah warga yang terdampak banjir, terutama di lorong-lorong permukiman, guna mempercepat proses pemulihan pascabencana.
Sementara di Provinsi Sumatera Utara, Kemenhut menurunkan alat berat untuk menyiapkan lokasi pembangunan hunian tetap (huntap) di lahan milik PTPN.
Tim juga menerima laporan terkait temuan tumpukan kayu dalam jumlah besar di Sungai Batang Toru, tepatnya di cabang Aek Rambe, Sumatera Utara.***
tag: berita