SEMARANG (Jatengreport.com) – Semangat perjuangan Pangeran Diponegoro menjadi suntikan motivasi bagi 24 tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Diponegoro (UNDIP) yang akan berlaga dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-39 tahun 2026.
Tak sekadar membawa nama kampus, puluhan tim tersebut mengemban misi mengukir prestasi sekaligus mengharumkan nama UNDIP di panggung kompetisi ilmiah mahasiswa paling bergengsi tingkat nasional.
Dukungan penuh diberikan jajaran pimpinan universitas melalui acara Pelepasan Delegasi PIMNAS UNDIP yang digelar di Grand Candi Hotel, Semarang, Minggu (1/11/2026) malam.
Keikutsertaan 24 tim tersebut sekaligus mengukuhkan posisi UNDIP dalam jajaran tiga besar perguruan tinggi nasional dengan jumlah delegasi terbanyak pada PIMNAS tahun ini.
Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., menyampaikan kebanggaan dan apresiasi kepada seluruh mahasiswa yang berhasil menembus babak final. Ia meminta para finalis menjadikan nama besar Diponegoro sebagai sumber semangat untuk menghadapi persaingan nasional.
Menurutnya, perjuangan Pangeran Diponegoro dalam Perang Jawa 1825–1830 mengajarkan keberanian, keteguhan, dan kemampuan menyatukan kekuatan dari berbagai latar belakang.
“Nama kampus kita adalah Diponegoro. Perang Jawa tahun 1825–1830 membuktikan keperkasaan Pangeran Diponegoro yang mampu memimpin pasukan dari berbagai penjuru dan latar belakang. Kita saat ini sedang berjuang, jadikan ini sebagai pemicu motivasi dari dalam diri, semangat yang tidak gentar untuk berkompetisi,” tegasnya.
Rektor juga mengingatkan bahwa kemenangan tidak hanya ditentukan oleh besarnya gagasan, tetapi juga kesiapan dan kepercayaan diri saat berkompetisi.
Ia menyebut ada tiga hal penting yang harus menjadi bekal kontingen UNDIP, yakni keunikan gagasan, kompetensi teknis yang diperkuat melalui pendampingan intensif dosen pembimbing, serta keberanian dan rasa percaya diri ketika mempresentasikan hasil karya.
“Keberuntungan selalu menghampiri orang-orang yang siap. Kesiapan gagasan, artikulasi, dan performa yang luar biasa akan bertemu dengan ikhtiar terbaik dan ridha Tuhan. Mari kita ukir legacy bagi Universitas Diponegoro untuk membawa pulang gelar juara umum,” ujarnya.
Optimisme UNDIP semakin kuat karena universitas tersebut juga dipercaya menjadi tuan rumah PIMNAS ke-39 oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Suharnomo menegaskan, UNDIP tidak hanya ingin sukses sebagai peserta, tetapi juga berkomitmen memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh delegasi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Sebagai tuan rumah, UNDIP akan berupaya menghadirkan suasana kompetisi yang ramah, nyaman, dan menyenangkan sehingga seluruh peserta dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Sementara itu, Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan UNDIP, Prof. Dr.rer.nat. Ir. Heru Susanto, S.T., M.M., M.T., menegaskan bahwa PIMNAS merupakan kompetisi ilmiah paling bergengsi yang diselenggarakan kementerian. Karena itu, setiap peserta dituntut mempersiapkan diri secara maksimal.
Ia mengungkapkan, seluruh tim telah melalui berbagai tahapan persiapan, termasuk penyelesaian laporan akhir, artikel ilmiah, hingga kelengkapan dokumen yang menjadi bagian penting penilaian.
“Seluruh mahasiswa telah bekerja keras mengunggah laporan akhir, artikel, dan seluruh kelengkapan dokumen. Tinggal beberapa hari lagi kita akan membuktikan kemampuan kita. Hasil yang diperoleh pasti akan berbanding lurus dengan usaha yang dilakukan,” ungkap Heru.
Ia juga berpesan agar para mahasiswa tetap menjaga fokus, kesehatan, dan stamina menjelang kompetisi. Menurutnya, setiap tim memiliki kesempatan yang sama untuk meraih hasil terbaik selama mampu menampilkan persiapan secara optimal.
Dengan dukungan pimpinan universitas, fakultas, serta pendampingan para dosen, 24 tim PKM UNDIP kini bersiap menghadapi persaingan di PIMNAS ke-39.
Semangat Diponegoro pun menjadi pesan yang dibawa para mahasiswa: berani berjuang, percaya pada kemampuan, dan memberikan yang terbaik demi membawa pulang prestasi untuk almamater.