BANJARNEGARA (Jatengreport.com) – Kepedulian terhadap korban bencana tak berhenti pada pemberitaan. Dari jalanan Banjarnegara, mahasiswa dan organisasi kepemudaan turun langsung menggalang donasi untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) sekaligus warga Banjarnegara yang masih menghadapi kekeringan dan krisis air bersih.
Aksi kemanusiaan tersebut digerakkan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Banjarnegara bersama DSD Hizbul Wathan (HW) Banjarnegara dan BEM STIMIK Banjarnegara.
Mereka turun ke jalan dan sejumlah ruang publik untuk mengajak masyarakat ikut menyisihkan sebagian rezekinya. Donasi yang terkumpul diharapkan dapat disalurkan untuk membantu kebutuhan masyarakat terdampak bencana di NTT serta warga Banjarnegara yang membutuhkan pasokan air bersih.
Ketua IMM Banjarnegara, Denny Yulloh, mengatakan perhatian terhadap korban bencana tidak seharusnya berhenti ketika situasi mulai tidak lagi menjadi sorotan publik.
“Kita sering kali melihat bencana hanya pada saat kejadian. Padahal setelah itu masih ada proses panjang yang harus dilalui masyarakat untuk bangkit kembali,” kata Denny.
Menurut dia, kondisi masyarakat terdampak gempa di NTT masih membutuhkan dukungan dan kepedulian dari berbagai pihak.
Karena itu, aksi penggalangan dana dilakukan sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan sekaligus upaya mengajak masyarakat Banjarnegara tidak melupakan mereka yang masih berada dalam proses pemulihan.
Di sisi lain, persoalan kemanusiaan juga terjadi di sekitar mereka. Sejumlah wilayah di Banjarnegara masih menghadapi kekeringan yang berdampak terhadap ketersediaan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Situasi tersebut membuat gerakan donasi tidak hanya diarahkan untuk membantu masyarakat di luar daerah, tetapi juga menjawab kebutuhan warga di Banjarnegara sendiri.
“NTT membutuhkan kepedulian kita, sementara di Banjarnegara juga ada saudara kita yang sedang membutuhkan air bersih. Dua persoalan ini menjadi alasan bagi kami untuk bergerak bersama,” ujar Denny.
Kolaborasi IMM Banjarnegara, DSD HW Banjarnegara dan BEM STIMIK Banjarnegara tersebut sekaligus menunjukkan keterlibatan mahasiswa dalam merespons persoalan sosial di tengah masyarakat.
Bagi mereka, nilai sebuah aksi kemanusiaan tidak semata diukur dari besarnya dana yang terkumpul. Lebih dari itu, gerakan tersebut diharapkan mampu menjaga kepedulian publik terhadap masyarakat yang masih menghadapi dampak bencana.
Dari jalanan Banjarnegara, solidaritas itu dimulai. Sebuah gerakan sederhana yang diharapkan dapat menjadi dukungan bagi masyarakat NTT dan warga Banjarnegara yang tengah berjuang menghadapi kondisi sulit.