05 Sep 2026 | Jawa Tengah
Jatengreport
Jateng

Dukung Pertumbuhan Industri, PLN Genjot Infrastruktur Listrik di KEK Kendal

Bintang 05 Sep 2026
Dukung Pertumbuhan Industri, PLN Genjot Infrastruktur Listrik di KEK Kendal

SEMARANG (Jatengreport.com) – PT PLN terus mempercepat pembangunan infrastruktur Gardu Induk 150 kV KEK Kendal serta transmisi listrik Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Kendal Incomer untuk mendukung kebutuhan kelistrikan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Jawa Tengah. 

Proyek tersebut ditargetkan dapat beroperasi secara bertahap mulai akhir 2026.

Hal itu disampaikan Senior Manager Perizinan, Pertanahan dan Komunikasi PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT), Ferdyan Hijrah Kusuma, saat jumpa bersama media se-Jawa Tengah, di Semarang, Kamis (3/9).

Ferdyan mengatakan, progres pengadaan lahan untuk pembangunan gardu induk dan transmisi telah menunjukkan perkembangan signifikan. Dengan dukungan pemerintah dan sejumlah pemangku kepentingan di Jawa Tengah, seluruh tapak tower yang dibutuhkan disebut telah dapat memasuki tahap konstruksi.

“Untuk pengadaan lahan gardu induk serta transmisi, alhamdulillah dengan dukungan stakeholder dan pemerintah Provinsi Jawa Tengah, untuk tapak tower dan juga gardu induk sudah bisa dikonstruksi semua,” ujar Ferdyan.

Saat ini, PLN masih mengejar penyelesaian proses kompensasi yang berkaitan dengan tahapan administrasi dan koordinasi dengan pemerintah pusat. Setelah tahapan tersebut rampung, pembangunan infrastruktur diharapkan dapat berjalan lebih optimal.

Menurut Ferdyan, pembangunan sistem jaringan kelistrikan tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung perkembangan KEK Kendal. Ketersediaan listrik yang memadai dan andal dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk menarik lebih banyak investor masuk ke kawasan industri tersebut.

“Intinya adalah menyuplai dan mendukung kelistrikan di KEK Kendal. Sehingga ketika ketersediaan listriknya semakin baik, tenant yang berinvestasi di sana semakin banyak,” katanya.

Bertambahnya investasi di KEK Kendal diharapkan turut membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Kendal dan Jawa Tengah. Dampak lanjutan dari masuknya investasi juga dinilai dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

PLN menargetkan proyek tersebut dapat selesai pada penghujung tahun ini. Dengan begitu, kebutuhan listrik untuk pengembangan kawasan industri dapat segera diperkuat.

“Kami targetkan proyek ini akan selesai di akhir tahun ini, sehingga kawasan ekonomi Kendal semakin segera melesat terkait dengan pertumbuhan tenant-nya,” ujar Ferdyan.

Bukan Bangun Pembangkit Baru

Lebih lanjut, Ferdyan menjelaskan bahwa proyek tersebut bukan pembangunan pembangkit listrik baru di kawasan KEK Kendal. Infrastruktur yang dibangun merupakan bagian dari sistem transmisi yang akan menghubungkan kawasan industri dengan jaringan transmisi eksisting.

PLN akan melakukan penyambungan atau tapping dari jaringan transmisi yang sudah tersedia untuk kemudian dialirkan menuju gardu induk di kawasan KEK Kendal.

“Untuk proyek ini kami menyambungkan dari transmisi eksisting. Jadi tidak ada pembangkit yang ditaruh di Kendal. Kami hanya menyambungkan listrik dari jalur transmisi eksisting,” jelasnya.

Sistem tersebut juga terhubung dengan sistem kelistrikan Jawa - Bali yang telah terinterkoneksi. Dengan sistem interkoneksi tersebut, pasokan listrik dapat berasal dari berbagai pembangkit yang masuk dalam sistem.

Terkait kapasitas daya yang akan disalurkan, Ferdyan menjelaskan GI 150 kV KEK Kendal akan didukung trafo dengan kapasitas 4x60 Mega Volt Ampere (MVA). Sedangkan untuk transmisinya, Ferdyan mengatakan tengah membangun SUTT 150 kV Kendal Incomer sebanyak 23 tower yang akan memotong (tapping) dari SUTT 150 kV Weleri – Kaliwungu.

Pengalaman Serupa di Kawasan Industri

Penguatan sistem kelistrikan untuk kawasan industri bukan kali pertama dilakukan PLN. Ferdyan menyebut pola serupa sebelumnya telah diterapkan di sejumlah kawasan industri, termasuk Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang.

Menurutnya, kebutuhan penguatan infrastruktur listrik juga semakin meningkat seiring bertumbuhnya industri baru di Indonesia, termasuk pusat data (data center) yang membutuhkan pasokan listrik dalam kapasitas besar dan tingkat keandalan tinggi. Selain itu, pusat data juga membutuhkan sistem pasokan berlapis untuk menjamin kontinuitas listrik.

“Data center mulai banyak masuk ke Indonesia sehingga PLN mesti siap dalam suplai listriknya,” ujarnya.

Perkuat Keandalan Listrik di Nalumsari

Selain mendukung kawasan industri, PLN juga tengah menjalankan proyek penguatan jaringan di wilayah Nalumsari, Kabupaten Jepara. Pembangunan GI 150 kV Nalumsari ditujukan untuk memperluas suplai sekaligus meningkatkan keandalan listrik bagi masyarakat sekitar.

“Tujuannya untuk memperluas suplai listrik yang lebih andal, sehingga masyarakat di sekitar mendapatkan suplai listrik yang lebih baik,” kata Ferdyan.

Selama ini, kebutuhan listrik di wilayah tersebut disebut masih ditopang melalui jaringan tegangan menengah 20 kV. Kehadiran infrastruktur baru diharapkan dapat memperkuat sistem dan memberikan alternatif pasokan yang lebih andal bagi pelanggan.

Dengan penguatan jaringan transmisi dan gardu induk tersebut, PLN tidak hanya menyiapkan kebutuhan listrik bagi pertumbuhan kawasan industri, tetapi juga memperkuat fondasi sistem kelistrikan Jawa Tengah untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan listrik di masa mendatang.

-
Bagikan

Berita Terkait