20 Aug 2026 | Jawa Tengah
Jatengreport
Lifestyle

Coding Camp 2026 Luluskan Lebih dari 3.000 Talenta Digital, Perluas Akses Pendidikan Teknologi di Indonesia

Aldianza Fatria 18 Agt 2026
Coding Camp 2026 Luluskan Lebih dari 3.000 Talenta Digital, Perluas Akses Pendidikan Teknologi di Indonesia

JAKARTA (Jatengreport.com) — Coding Camp 2026 powered by DBS Foundation resmi meluluskan lebih dari 3.000 mahasiswa dan siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) yang telah menyelesaikan kelas intensif hasil kolaborasi DBS Foundation dan Dicoding Indonesia.

Didukung 354 perguruan tinggi dan 144 SMK di seluruh Indonesia, acara wisuda Coding Camp 2026 digelar di Astaka Grand Ballroom, ARTOTEL Gelora Senayan, Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Acara tersebut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie, Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Muchlas Rowi, Head of DBS Foundation Karen Ngui, Head of Group Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia Mona Monika, serta CEO Dicoding Indonesia Narenda Wicaksono.

Dalam acara tersebut, DBS Foundation dan Dicoding Indonesia juga menampilkan 10 capstone project yang dikembangkan oleh peserta dengan performa terbaik. Dua proyek unggulan di antaranya dipresentasikan langsung di hadapan para tamu undangan.

Selain merayakan kelulusan peserta, Coding Camp 2026 turut memberikan sembilan penghargaan kepada peserta berprestasi, institusi pendidikan, capstone project, serta relawan yang berkontribusi terhadap keberhasilan program.

Berbeda dari tahun sebelumnya, program tahun ini juga memperluas dampaknya dengan memberikan pelatihan kepada 107 guru SMK. Pelatihan tersebut membekali para guru dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk mengajarkan keterampilan teknologi yang relevan secara berkelanjutan di sekolah masing-masing.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Dr. Eng. Imam Machdi, M.T. mengajak para talenta digital memanfaatkan teknologi secara bijak dan menjadikannya sebagai sarana menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat.

“Kami mengapresiasi DBS Foundation dan Dicoding Indonesia atas kerja samanya dalam melatih talenta digital sampai hari ini. Kepada para lulusan, kalian sudah mampu membuat mesin untuk berpikir, maka pastikan mesin itu berpihak untuk memberikan solusi bagi kepentingan kemanusiaan. Masa depan Indonesia tidak ditentukan oleh secanggih apa teknologi yang kita adopsi, tetapi oleh sebijak apa warganya menggunakan inovasi untuk memecahkan masalah bangsa,” ujar Dr. Eng. Imam Machdi, M.T..

Pada kesempatan yang sama, Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Transformasi Digital dan Kecerdasan Buatan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Dr. Muhammad Muchlas Rowi, S.F,. S.H., M.M. menilai pengembangan talenta digital perlu terus diperkuat untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan kebutuhan dunia industri.

“Selamat kepada seluruh peserta yang telah berhasil menyelesaikan Coding Camp 2026 dan penghargaan setinggi-tingginya kami sampaikan kepada DBS Foundation dan Dicoding Indonesia yang sudah menjalankan program ini dengan baik. Saya senang ketika melihat hasil capstone project yang luar biasa. Jadi anak-anak kita itu memiliki potensi yang memadai dan ini harus dikembangkan,” ungkap Dr. Muhammad Muchlas Rowi, S.F,. S.H., M.M..

Dorong Talenta Muda Siap Hadapi Ekonomi Digital

Head of DBS Foundation Karen Ngui mengatakan pemanfaatan AI dan teknologi dapat menjadi penggerak kemajuan sekaligus menciptakan dampak positif bagi masyarakat.

“Kami percaya bahwa pemanfaatan kemajuan AI dan teknologi dapat menjadi penggerak yang kuat bagi kemajuan dan terciptanya dampak positif. Lebih dari 3.000 lulusan Coding Camp 2026 menjadi bukti nyata atas potensi yang dapat diwujudkan ketika generasi muda dibekali keterampilan dan kesempatan untuk sukses di ekonomi digital. Sejak bermitra dengan Dicoding pada 2023, kami mendukung lebih dari 229.000 generasi muda di seluruh Indonesia dengan keterampilan digital yang relevan untuk masa depan, sebagai bagian dari komitmen kami yang lebih luas untuk memberdayakan 620.000 individu dalam membangun ketahanan finansial hingga 2029. Perubahan yang nyata dan berkelanjutan membutuhkan upaya dari seluruh elemen masyarakat, dan kami sangat menghargai dukungan kementerian pemerintah serta para mitra dalam memperluas program ini ke perguruan tinggi dan SMK di seluruh Indonesia.”

Sejalan dengan hal tersebut, CEO Dicoding Indonesia Narenda Wicaksono menyampaikan bahwa program yang didukung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tersebut telah memperluas akses pembelajaran kepada 354 perguruan tinggi dan 144 SMK.

“Kelulusan bukan hanya menjadi perayaan atas selesainya sebuah program pembelajaran, tetapi juga menandai dimulainya perjalanan baru bagi para lulusan untuk terus memperluas pengetahuan dan memanfaatkan teknologi guna menciptakan dampak positif bagi masyarakat. Kami merasa terhormat dapat menjadi bagian dari misi bermakna DBS Foundation dalam membangun ketahanan sosial dan finansial,” kata Narenda.

Memperluas Akses Pendidikan Teknologi di Tengah Kebutuhan Industri

Seiring pertumbuhan ekonomi digital Indonesia, kebutuhan terhadap talenta digital yang terampil terus meningkat. Namun, masih terdapat generasi muda yang menghadapi kesenjangan dalam akses pelatihan yang relevan dengan kebutuhan industri, pengalaman praktis, serta dukungan untuk meningkatkan kesiapan kerja.

Program Coding Camp hadir untuk membantu memperluas akses pendidikan teknologi, memperkuat kesiapan kerja, sekaligus memastikan lebih banyak generasi muda Indonesia dapat berpartisipasi dalam ekonomi digital.

Sejak 2023, Coding Camp powered by DBS Foundation telah menjangkau lebih dari 229.000 penerima manfaat dan mendukung upaya pemerintah dalam mengembangkan talenta digital yang selaras dengan kebutuhan industri.

Dalam dua tahun terakhir, program tersebut juga telah memberikan kelas intensif kepada lebih dari 6.400 mahasiswa dan siswa SMK. Pada 2026, program intensif ini mencatat tingkat kelulusan sebesar 88,9 persen, sementara 98 persen lulusan melaporkan adanya peningkatan pengetahuan finansial.

Pelatihan intensif yang mencapai hingga 946 jam pembelajaran mencakup jalur karier Data Science, Full-Stack Web Development, dan AI Engineering. Peserta juga memperoleh pembelajaran bahasa Inggris, soft skills, kesiapan karier, serta literasi keuangan yang diberikan bersama praktisi industri.

Program tersebut juga menjangkau peserta dari berbagai wilayah Indonesia. Lebih dari 80 persen peserta berasal dari kota kecil dan menengah, sementara 35 persen peserta merupakan perempuan.

Melalui Coding Camp powered by DBS Foundation, DBS Foundation dan Dicoding Indonesia berkomitmen untuk terus memperluas akses pendidikan teknologi, memperkuat kesiapan kerja generasi muda, serta mengembangkan talenta digital yang mampu memanfaatkan teknologi untuk menciptakan dampak positif bagi masyarakat.

Bagikan

Berita Terkait