26 Jul 2026 | Jawa Tengah
Jatengreport
Jateng

Mahasiswa UPGRIS Mulai Praktik Mengajar di Thailand Selatan, Terapkan Pembelajaran Inovatif di Sekolah Mitra

Bintang 19 Jan 2026
Mahasiswa UPGRIS Mulai Praktik Mengajar di Thailand Selatan, Terapkan Pembelajaran Inovatif di Sekolah Mitra

HAT YAI (Jatengreport.com) – Mahasiswa Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) mulai melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Internasional di sejumlah sekolah mitra di Hat Yai, Thailand Selatan, Senin (19/1/2026). 

Program yang dipadukan dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional ini merupakan implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) sekaligus wujud kerja sama internasional antara UPGRIS dan Al Hidayah Foundation dalam memperkuat kualitas pendidikan bertaraf global.

Setelah mengikuti pembekalan dan orientasi, para mahasiswa resmi memasuki ruang-ruang kelas untuk melaksanakan praktik mengajar di berbagai jenjang pendidikan. 

Mereka tidak hanya menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga menerapkan metode pembelajaran aktif melalui permainan edukatif, diskusi kelompok, pemanfaatan media pembelajaran sederhana, serta pendekatan yang mendorong partisipasi aktif siswa.

Pengalaman mengajar di lingkungan internasional menjadi tantangan sekaligus kesempatan berharga bagi mahasiswa. 

Mereka dituntut mampu menyesuaikan strategi pembelajaran dengan karakteristik peserta didik, budaya sekolah, hingga bahasa yang digunakan dalam proses komunikasi. 

Kemampuan adaptasi tersebut menjadi salah satu kompetensi utama yang dikembangkan melalui program internasional UPGRIS.

Rektor UPGRIS, Dr. Sri Suciati, M.Hum., mengatakan praktik mengajar di luar negeri merupakan proses pembelajaran yang akan membentuk profesionalisme calon guru.

"Mahasiswa tidak hanya belajar menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga memahami keberagaman budaya, membangun komunikasi yang efektif, serta mengembangkan kreativitas dalam pembelajaran. Pengalaman ini menjadi bekal penting bagi mereka sebagai pendidik yang siap menghadapi tantangan global," ujarnya.

Selama pelaksanaan PPL Internasional, mahasiswa mendapat pendampingan dari guru pamong dan dosen pembimbing lapangan (DPL). Setiap kegiatan pembelajaran disusun melalui koordinasi dengan guru mitra agar sesuai dengan kurikulum, kebutuhan peserta didik, dan kondisi sekolah.

Pendekatan kolaboratif tersebut membuka ruang pertukaran pengetahuan dan praktik terbaik antara pendidik Indonesia dan Thailand.

Program ini juga menjadi implementasi nyata kerangka IPCSA 5E yang dikembangkan UPGRIS. Pilar Education diwujudkan melalui pengalaman mengajar secara langsung di sekolah internasional, sedangkan Exchange tercermin dari pertukaran metode pembelajaran, budaya sekolah, dan pengalaman pedagogik antara mahasiswa dengan guru di Thailand Selatan.

Pada aspek Engagement, mahasiswa terlibat aktif dalam berbagai aktivitas sekolah, mulai dari pembelajaran di kelas hingga kegiatan ekstrakurikuler dan interaksi dengan warga sekolah. 

Sementara Empowerment diwujudkan melalui kontribusi mahasiswa dalam menghadirkan pembelajaran kreatif, meningkatkan motivasi belajar siswa, serta berbagi praktik pembelajaran inovatif dengan guru mitra.

Adapun aspek Employability diperkuat melalui peningkatan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim, adaptasi lintas budaya, serta penyelesaian masalah dalam situasi pembelajaran nyata.

Kepala UPT Kerja Sama dan Urusan Internasional (KUI) UPGRIS, Dr. Nur Hidayat, M.Hum., mengatakan pengalaman mengajar di luar negeri memberikan nilai tambah yang signifikan bagi mahasiswa.

"Program ini dirancang agar mahasiswa memperoleh pengalaman profesional di lingkungan internasional. Mereka belajar menjadi pendidik yang adaptif, mampu bekerja dalam tim multikultural, serta memahami bahwa pendidikan merupakan ruang untuk membangun kolaborasi lintas negara," jelasnya.

Apresiasi juga datang dari salah satu guru mitra di Hat Yai. Menurutnya, mahasiswa UPGRIS mampu beradaptasi dengan cepat dan menghadirkan suasana pembelajaran yang lebih aktif.

"Mahasiswa UPGRIS cepat beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Mereka menghadirkan pembelajaran yang menarik, aktif, dan menyenangkan sehingga siswa lebih antusias mengikuti pelajaran. Kami juga memperoleh inspirasi dari berbagai metode pembelajaran yang mereka terapkan," ungkapnya.

Salah seorang mahasiswa peserta program mengaku hari pertama mengajar menjadi pengalaman yang sangat berkesan.

"Awalnya kami merasa gugup karena harus mengajar di lingkungan yang berbeda. Namun setelah berinteraksi dengan siswa dan guru, rasa percaya diri semakin tumbuh. Kami belajar bahwa menjadi guru bukan hanya menyampaikan materi, tetapi juga membangun hubungan yang baik dengan peserta didik," tuturnya.

Melalui pelaksanaan PPL dan KKN Internasional di Thailand Selatan, UPGRIS terus memperkuat komitmennya dalam mengembangkan kerja sama internasional yang memberikan dampak nyata. 

Bersama Al Hidayah Foundation, program ini tidak hanya mendukung implementasi MBKM dan memperluas jejaring pendidikan internasional, tetapi juga menjadi wujud penerapan IPCSA 5E dalam mencetak calon pendidik yang profesional, berwawasan global, serta siap berkontribusi di tingkat internasional.***

Bagikan

Berita Terkait