02 Jul 2026 | Jawa Tengah
Jatengreport
Jateng

Inovasi KAJEKZI Puskesmas Ringinarum Antar Kendal Masuk 5 Besar IDEA Jawa Tengah 2026

Eko Purwanto 19 Jun 2026
Inovasi KAJEKZI Puskesmas Ringinarum Antar Kendal Masuk 5 Besar IDEA Jawa Tengah 2026

KENDAL – Inovasi KAJEKZI (Kader Ojek Gizi) yang dikembangkan Puskesmas Ringinarum berhasil mengantarkan Kabupaten Kendal meraih prestasi dalam ajang Kompetisi Inovasi Daerah (IDEA) Jawa Tengah 2026.

Pada kompetisi tersebut, Kabupaten Kendal berhasil menempati peringkat lima besar dari ratusan inovasi yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah.

Capaian tersebut disampaikan Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Kendal, Izzuddin Latif, saat konferensi pers bersama awak media, Jumat (19/6/2026).

Izzuddin mengatakan, keberhasilan tersebut diumumkan secara resmi oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Tengah melalui Surat Nomor S/000.9.14/369/2026 tertanggal 11 Juni 2026.

Dari total 142 inovasi yang diusulkan berbagai kabupaten dan kota, KAJEKZI dinilai memiliki dampak sosial yang besar, khususnya dalam upaya penanganan masalah gizi dan percepatan penurunan stunting.

"Seleksi IDEA Jateng 2026 melalui tahapan yang sangat ketat, mulai dari seleksi administrasi, penilaian proposal, hingga presentasi dan wawancara mendalam," ujar Izzuddin.

Selain KAJEKZI, Kabupaten Kendal juga mengirimkan sejumlah inovasi lainnya. Inovasi Prenatal Gentle Yoga dari Puskesmas Cepiring berhasil masuk 50 besar.

Sementara inovasi Job Connect Kendal Karier V.2, TEKAD KITA BISA, dan GARUDA SIGAP turut berpartisipasi dalam kompetisi tersebut.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Ringinarum, dr. Ulia Huda, menjelaskan bahwa KAJEKZI lahir sebagai respons terhadap tingginya prevalensi stunting yang saat itu mencapai sekitar 10 persen di wilayah Ringinarum, serta belum optimalnya edukasi mengenai pola asuh dan pemenuhan gizi yang berkelanjutan.

"Tujuan utama kami adalah menurunkan angka stunting sekaligus meningkatkan kapasitas kader dalam melakukan pemetaan, monitoring, dan tindak lanjut intervensi gizi secara tepat sasaran," jelasnya.

Menurutnya, program KAJEKZI telah memberikan dampak positif yang nyata, mulai dari meningkatnya status gizi balita, bertambahnya literasi kesehatan keluarga, hingga tumbuhnya pemberdayaan ekonomi bagi keluarga penerima manfaat.

Terpisah, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal, dr. Anita Dianawati, menilai inovasi KAJEKZI memiliki potensi besar untuk direplikasi di 29 puskesmas lainnya di Kabupaten Kendal.

Apalagi program tersebut telah berjalan sejak 2023 sehingga dinilai memiliki kesiapan dari sisi sumber daya manusia maupun dukungan anggaran.

"Program ini sangat memungkinkan untuk dikembangkan secara lebih luas karena sudah memiliki pengalaman implementasi yang baik. Pemberian penghargaan IDEA Jateng 2026 sendiri akan dilaksanakan pada 26 Juni 2026, bertepatan dengan rangkaian Pameran Produk Inovasi BRIDA Jawa Tengah," pungkas dr. Anita. (eko)

-
Bagikan

Berita Terkait