Sarif Abdillah Dorong Pariwisata Berkelanjutan dan Ekonomi Syariah Jadi Penggerak Ekonomi Timur Jateng

images

Sarif Abdillah dalam acara ‘Rembug Pembangunan Provinsi Jateng 2026’ untuk wilayah Jekuti & Banglor yang digelar di Pendopo Kabupaten Kudus.

Jateng

Tim Jateng Report

29 Mei 2026


KUDUS (Jatengreport.com) – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Sarif Abdillah, menegaskan pentingnya pengembangan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi baru di wilayah timur Jawa Tengah.

Hal itu disampaikannya dalam kegiatan **Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah 2026** untuk wilayah Jekuti (Jepara, Kudus, Pati) dan Banglor (Rembang, Blora) yang digelar di Pendopo Kabupaten Kudus, baru-baru ini.

Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno, jajaran Forkopimda Jawa Tengah, bupati dan wakil bupati, serta unsur Forkopimda dari wilayah eks Karesidenan Pati.

Dalam forum tersebut, Sarif mengatakan rembug pembangunan menjadi momentum strategis untuk menyelaraskan arah pembangunan daerah dengan kebutuhan masyarakat serta potensi unggulan yang dimiliki masing-masing wilayah.

"Rembug pembangunan ini merupakan momentum strategis untuk menyelaraskan arah pembangunan daerah dengan kebutuhan riil masyarakat serta potensi unggulan masing-masing wilayah," kata Sarif.

 

Menurutnya, tema pembangunan yang diusung tahun ini selaras dengan karakteristik wilayah Jepara, Kudus, Pati, Rembang, dan Blora yang memiliki potensi ekonomi, budaya, dan sumber daya yang saling melengkapi.

Selain sektor pariwisata, DPRD Jawa Tengah juga melihat ekonomi syariah sebagai peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Wilayah Pantura dan timur Jawa Tengah dinilai memiliki basis masyarakat religius yang kuat sehingga berpotensi mengembangkan berbagai sektor usaha berbasis syariah.

Potensi tersebut antara lain pengembangan wisata halal, kuliner halal, hotel ramah muslim, koperasi syariah, hingga industri kreatif yang mengedepankan nilai-nilai lokal dan keagamaan.

"Kita perlu membangun model pembangunan yang tidak hanya bertumbuh secara ekonomi, tetapi juga berkeadilan, inklusif, dan berkarakter," ujarnya.

Sarif menambahkan, DPRD Jawa Tengah berkomitmen mendukung kebijakan pembangunan yang mampu mendorong pemerataan ekonomi antarwilayah, memperkuat desa wisata, meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM, serta menjaga kelestarian budaya dan lingkungan hidup.

Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan Jepara, Kudus, Pati, Rembang, dan Blora sebagai kawasan pertumbuhan ekonomi baru yang bertumpu pada sektor pariwisata unggulan, ekonomi syariah, budaya lokal, dan pemberdayaan masyarakat.

"Mari seluruh pihak menjadikan wilayah Jepara, Kudus, Pati, Rembang, dan Blora sebagai kawasan pertumbuhan ekonomi baru berbasis pariwisata unggulan, ekonomi syariah, budaya lokal, dan pemberdayaan masyarakat," pungkasnya. (Adv)

tag: berita


BERITA TERKAIT