Tak Hanya Siap Teknis, Universitas Diponegoro Pastikan UTBK-SNBT 2026 Berjalan Adil dan Inklusif
Jateng
Bintang
21 Apr 2026
SEMARANG (Jatengreport.com) – Universitas Diponegoro (UNDIP) memastikan pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 berjalan ketat, inklusif, dan berkualitas.
Selain menyiapkan ribuan perangkat ujian, kampus ini juga memperkuat sistem pengawasan guna mencegah berbagai potensi kecurangan.
UTBK-SNBT 2026 di UNDIP digelar mulai 21 hingga 29 April 2026 dengan jumlah peserta mencapai 23.933 orang.
Ribuan peserta tersebut akan mengikuti ujian di berbagai lokasi yang tersebar di kampus Tembalang dan Pleburan.
Untuk mendukung kelancaran ujian, UNDIP menyiapkan lebih dari 1.400 unit komputer serta ruang ujian berpendingin udara di sejumlah fakultas dan sekolah, termasuk Gedung ICT Center.
Materi ujian meliputi Tes Potensi Skolastik (TPS), literasi Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, serta penalaran matematika.
Rektor UNDIP, Suharnomo, menegaskan komitmen kampus dalam menghadirkan layanan terbaik bagi peserta.
“Kami ingin setiap peserta dapat mengikuti ujian dengan nyaman, tertib, dan memperoleh kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya,” ujarnya.
Selain kesiapan teknis, UNDIP juga menaruh perhatian besar pada aspek inklusivitas. Tahun ini, terdapat enam peserta disabilitas yang terdiri dari penyandang tunadaksa dan tunarungu. Kampus menyediakan dukungan khusus agar mereka dapat mengikuti ujian secara optimal.
Di sisi lain, pengawasan pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 juga diperketat. Wakil Rektor I UNDIP, Heru Susanto, mengakui potensi kecurangan masih mungkin terjadi, seperti yang sempat ditemukan pada pelaksanaan tahun sebelumnya.
“Dalam pelaksanaan UTBK tidak menutup kemungkinan menjumpai peserta melakukan upaya kecurangan dengan berbagai cara,” katanya.
Belajar dari UTBK-SNBT 2025, di mana panitia menemukan peserta yang diduga menggunakan alat komunikasi untuk berbuat curang, UNDIP bersama panitia pusat melakukan berbagai pembaruan sistem dan prosedur.
Salah satu langkah yang diterapkan tahun ini adalah pembatasan pemilihan lokasi ujian. Peserta hanya dapat memilih kota pelaksanaan, bukan lokasi spesifik kampus atau pusat ujian.
“Misalkan memilih kotanya Semarang, tetapi mereka tidak bisa memilih apakah di UNDIP atau di tempat lain,” jelasnya.
Selain itu, proses skrining peserta sebelum memasuki ruang ujian juga diperketat, didukung pembaruan perangkat dan metode pengawasan.
“Dengan perbaikan dari pusat dan yang dijalankan UNDIP, ditambah instrumen seperti skrining sebelum masuk, mestinya hal-hal yang tidak diinginkan bisa dihindari,” tambahnya.
Panitia juga membuka ruang bagi masyarakat untuk melaporkan jika menemukan indikasi kecurangan selama pelaksanaan UTBK.
“Kami sangat welcome jika ada informasi yang mengindikasikan adanya kecurangan,” tegas Heru.
Melalui kombinasi kesiapan teknis, pengawasan ketat, dan layanan inklusif, UNDIP berharap pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 dapat berlangsung lancar, adil, dan profesional, sekaligus menjaga integritas proses seleksi masuk perguruan tinggi negeri di Indonesia.***
tag: berita