Pentingnya Pembangunan Jalan Baru, Ferry Wawan Cahyono Dorong Pemerintah untuk Prioritaskan Akses Desa ke Kota
Jateng
Bintang
07 Des 2024
SEMARANG (Jatengreport.com) – Pembangunan infrastruktur, khususnya jalan, menjadi salah satu kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah. Di Jawa Tengah, masalah aksesibilitas antara desa dan kota menjadi perhatian serius, baik oleh pemerintah maupun para wakil rakyat.
Salah satu tokoh yang tengah menggencarkan isu ini adalah Ketua Fraksi Golkar DPRD Jawa Tengah, Ferry Wawan Cahyono.
Menurutnya, pembangunan jalan baru yang menghubungkan desa-desa dengan pusat-pusat ekonomi kota sangat penting untuk memperlancar arus barang dan mobilitas penduduk, serta mendukung percepatan pembangunan di daerah.
Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan di Semarang baru-baru ini, Ferry Wawan Cahyono menegaskan bahwa meskipun berbagai program pembangunan sudah dilakukan, masih banyak desa di Jawa Tengah yang terkendala oleh keterbatasan infrastruktur jalan.
“Akses yang terbatas antara desa dan kota mempersulit masyarakat untuk mengakses layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, serta kesempatan ekonomi. Oleh karena itu, pembangunan jalan baru yang menghubungkan desa ke kota harus menjadi prioritas pemerintah,” ujar Ferry dengan penuh semangat.
Menurutnya, ketimpangan infrastruktur antara desa dan kota masih menjadi masalah yang harus segera diselesaikan, terlebih di era globalisasi saat ini, di mana mobilitas penduduk dan distribusi barang sangat berpengaruh terhadap perekonomian.
“Jalan yang baik akan memudahkan transportasi, mengurangi biaya logistik, serta mempercepat distribusi barang dan jasa. Ini akan memberikan dampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat desa, yang pada gilirannya akan meningkatkan perekonomian Jawa Tengah secara keseluruhan,” lanjutnya.
Ferry menambahkan bahwa desa di Jawa Tengah sebenarnya memiliki banyak potensi ekonomi yang belum tergali secara optimal.
Sektor pertanian, perikanan, dan industri kreatif di desa bisa berkembang pesat jika didukung dengan infrastruktur yang memadai.
Salah satu contoh yang disorot oleh Ferry adalah sektor pertanian, yang selama ini terhambat oleh keterbatasan jalan yang menghubungkan petani dengan pasar atau tempat distribusi barang.
“Petani kita sering kali kesulitan menjual hasil pertanian mereka karena akses yang terbatas. Banyak produk pertanian yang terbuang sia-sia atau harus dijual dengan harga yang sangat murah karena biaya transportasi yang tinggi. Dengan adanya jalan yang layak dan lebih dekat, harga jual produk petani akan lebih baik dan distribusinya akan lebih efisien,” tambahnya.
Dalam konteks pembangunan jalan, Ferry Wawan Cahyono juga menekankan pentingnya perencanaan yang matang dan berkelanjutan.
Infrastruktur jalan yang dibangun harus memperhatikan aspek keberlanjutan, ramah lingkungan, serta dapat bertahan dalam jangka panjang.
“Jalan yang dibangun tidak hanya harus memperhatikan kebutuhan jangka pendek, tetapi juga jangka panjang. Kita harus memastikan bahwa pembangunan jalan ini tidak merusak lingkungan, dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” jelas Ferry.
Dia juga menyarankan agar pemerintah memperhatikan potensi wisata desa yang bisa berkembang seiring dengan pembangunan jalan baru.
Jawa Tengah memiliki berbagai destinasi wisata alam dan budaya yang tersebar di daerah pedesaan, namun masih terkendala oleh buruknya infrastruktur jalan.
Dengan akses yang lebih baik, wisatawan akan lebih mudah mencapai lokasi-lokasi tersebut, yang tentunya dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) serta membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.
Ferry mengungkapkan bahwa untuk mewujudkan pembangunan jalan baru yang menghubungkan desa ke kota, dibutuhkan dukungan penuh dari pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.
Dia mendorong agar pemerintah daerah lebih aktif dalam mengidentifikasi kebutuhan infrastruktur yang krusial dan merencanakan pembangunan jalan yang menghubungkan wilayah-wilayah yang memiliki potensi ekonomi tinggi.
Selain itu, Ferry juga mengajak pihak swasta untuk turut berpartisipasi dalam proyek pembangunan jalan ini melalui skema kemitraan publik-swasta (public-private partnership).
"Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, peran swasta dalam pembiayaan dan pelaksanaan proyek infrastruktur juga sangat penting. Dengan kolaborasi yang baik, kita bisa mempercepat pembangunan jalan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat desa,” ungkapnya.
Yang tak kalah penting, pembangunan jalan baru diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa secara keseluruhan.
Akses yang lebih baik ke kota akan mempermudah masyarakat desa untuk mengakses fasilitas pendidikan dan kesehatan yang lebih memadai.
Hal ini akan berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia yang ada di desa, yang pada akhirnya akan menciptakan siklus pembangunan yang berkelanjutan.
Ferry juga menyoroti pentingnya melibatkan masyarakat dalam setiap tahap perencanaan dan pembangunan infrastruktur.
“Masyarakat desa yang tahu persis tantangan yang mereka hadapi. Melibatkan mereka dalam proses perencanaan akan memastikan bahwa pembangunan yang dilakukan benar-benar sesuai dengan kebutuhan mereka,” kata Ferry.
Pembangunan jalan yang menghubungkan desa ke kota adalah investasi jangka panjang yang dapat membawa dampak positif bagi perekonomian Jawa Tengah.
Sebagaimana disampaikan oleh Ferry Wawan Cahyono, akses yang lebih baik akan memperlancar distribusi barang, membuka peluang ekonomi baru, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Untuk itu, ia mengajak semua pihak, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat, untuk bersama-sama mewujudkan pembangunan infrastruktur yang merata dan berkelanjutan.
Dengan prioritas yang tepat dan dukungan dari berbagai sektor, Jawa Tengah bisa menjadi contoh dalam pembangunan infrastruktur yang mendukung kemajuan ekonomi secara menyeluruh, dari desa hingga kota. (Adv)
tag: berita