YOGYAKARTA (Jatengreport.com) – Keterbatasan ruang tampil bagi musisi lokal, khususnya di luar genre populer, menjadi salah satu persoalan dalam ekosistem musik Yogyakarta. Menjawab tantangan tersebut, WAGMI (We're All Gonna Make It) menghadirkan WAGGIGS, sebuah program musik lintas genre yang memberikan kesempatan bagi musisi lokal untuk memperkenalkan karya dan tampil di hadapan publik.
Sejak Januari 2026, WAGGIGS menjalin kolaborasi dengan ARTOTEL Suites Bianti - Yogyakarta. Kerja sama ini menjadi upaya menghadirkan ruang pertunjukan sekaligus mempertemukan musisi, komunitas, dan penikmat musik dalam satu panggung.
Sebelum berkolaborasi dengan ARTOTEL Suites Bianti, WAGGIGS mengawali perjalanannya melalui Pesta Rakyat x WAGGIGS Vol. 1 di Mandala Krida. Program tersebut kemudian berlanjut melalui kolaborasi dengan Milli Sayidan hingga Desember 2025.
Salah satu pencapaian penting dalam perjalanan WAGGIGS adalah perayaan ulang tahun pertamanya yang menghadirkan 11 performer dari berbagai genre musik.
Dalam menentukan penampil, WAGGIGS menerapkan proses kurasi terbuka melalui sejumlah cara. Mulai dari open submission di Instagram, penelusuran karya melalui platform streaming digital, hingga menyaksikan langsung penampilan musisi di berbagai pertunjukan musik.
Rekomendasi dari sesama musisi dan penyelenggara acara juga menjadi pertimbangan dalam proses pemilihan line-up. Pendekatan ini membuat setiap penyelenggaraan WAGGIGS menghadirkan kombinasi genre berbeda sekaligus membuka peluang bagi musisi dengan karakter musik beragam.
Menariknya, apresiasi kepada para performer tidak diberikan dalam bentuk trofi, melainkan tanaman hidup. Penggagas WAGGIGS, Damon, menyebut pilihan tersebut memiliki filosofi tersendiri.
"Orang lain memberikan piala yang cuma bisa dipajang. Kami memberikan makhluk hidup yang harus dirawat. Kami ingin melihat apakah para musisi cukup bertanggung jawab untuk merawat sesuatu selain ego dan alat musik mereka. Selain itu, kami ingin memberikan sesuatu yang bisa tumbuh bersama para musisi. Kalau band tersebut suatu hari berkembang pesat, tanamannya juga harus ikut thriving menjadi sebuah pohon. Kalau tidak, minimal masih bisa berfotosintesis," ungkap Damon.
Tidak hanya mengedepankan keberagaman genre, WAGGIGS juga memperhatikan kualitas pengalaman para musisi selama tampil. Aspek tata suara, ketersediaan instrumen, ketepatan waktu, hingga hospitality menjadi bagian dari perhatian penyelenggara.
Bagi penonton, konsep lintas genre ini memberikan kesempatan untuk mengenal lebih banyak musisi dan karya yang mungkin belum pernah mereka dengarkan sebelumnya. Didukung suasana semi-outdoor, tata cahaya, serta atmosfer ARTOTEL Suites Bianti - Yogyakarta, pertunjukan juga menghadirkan interaksi yang lebih dekat antara musisi dan audiens.
General Manager ARTOTEL Suites Bianti - Yogyakarta, Reza Farhan, mengatakan kolaborasi tersebut merupakan bagian dari dukungan hotel terhadap perkembangan komunitas kreatif dan industri musik lokal.
"Yogyakarta memiliki ekosistem musik yang sangat beragam dan banyak musisi dengan karya menarik yang layak mendapatkan ruang. Melalui WAGGIGS, kami ingin memberikan kesempatan bagi mereka untuk tampil, memperkenalkan karya, dan bertemu dengan audiens yang lebih luas. Kami berharap ARTOTEL Suites Bianti - Yogyakarta dapat terus menjadi ruang bagi komunitas kreatif untuk berkembang dan kolaborasi ini dapat berjalan dalam jangka panjang," ujar Reza.
Melalui kolaborasi ini, WAGGIGS dapat menjadi salah satu alternatif panggung bagi musisi lokal untuk memperluas jangkauan karya sekaligus membangun jejaring komunitas musik di Yogyakarta.
Masyarakat yang ingin menikmati pertunjukan tersebut dapat mengunjungi ARTOTEL Suites Bianti - Yogyakarta setiap Rabu pertama setiap bulan. Setiap edisi menghadirkan musisi lokal dengan penampilan dan karakter musik yang berbeda.