KENDAL (Jatengreport.com) – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kendal resmi meluncurkan SIVANDA (Sistem Pengelolaan Arsip Vital Kendal) melalui kegiatan Soft Launching yang digelar di Aula Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kendal, Senin (27/7/2026).
Peluncuran SIVANDA merupakan implementasi Aksi Perubahan Kualitas Pelayanan Publik yang bertujuan mewujudkan tata kelola arsip vital yang lebih tertib, aman, dan berbasis digital. Inovasi tersebut digagas oleh Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kendal, Anita Fibriyani, SE, MM.
Anita mengatakan, SIVANDA hadir sebagai solusi atas tantangan pengelolaan arsip vital yang selama ini masih dilakukan secara konvensional. Melalui pemanfaatan teknologi informasi, sistem ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas, efisiensi, serta akuntabilitas pengelolaan arsip.
"Melalui SIVANDA, proses pengelolaan arsip vital dilakukan secara sistematis, mulai dari identifikasi arsip vital, penataan dan pengelompokan arsip, pemberian nama file sesuai standar, proses alih media (digitalisasi), hingga penyimpanan arsip digital pada media penyimpanan yang aman, seperti Google Drive dan Virtual Private Server (VPS)," ujar Anita.
Menurutnya, digitalisasi tersebut akan memudahkan pencarian arsip sekaligus melindungi dokumen penting dari risiko kehilangan maupun kerusakan, sehingga dapat mendukung kelancaran penyelenggaraan pemerintahan.
Ia menambahkan, Soft Launching SIVANDA menjadi langkah awal memperkenalkan sistem kepada seluruh pegawai sekaligus membangun komitmen bersama dalam menerapkan pengelolaan arsip yang sesuai dengan kaidah kearsipan.
"Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat budaya kerja yang tertib administrasi, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik," katanya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kendal, Andy Nur Karendra, menjelaskan bahwa pengembangan SIVANDA bertujuan meningkatkan kualitas tata kelola arsip vital melalui digitalisasi, mempercepat proses temu kembali arsip, meningkatkan keamanan penyimpanan dokumen penting, serta meminimalkan risiko kehilangan arsip.
Selain itu, sistem tersebut juga diharapkan mampu mendukung keberlangsungan penyelenggaraan pemerintahan apabila terjadi keadaan darurat maupun bencana.
"Keberhasilan implementasi SIVANDA tidak hanya bergantung pada teknologi yang digunakan, tetapi juga pada komitmen seluruh pegawai dalam menerapkan tata kelola arsip yang baik. Oleh karena itu, sinergi dan partisipasi aktif seluruh unit kerja menjadi faktor penting dalam mewujudkan pengelolaan arsip vital yang berkelanjutan," ujar Andy.
Melalui peluncuran ini, SIVANDA diharapkan menjadi tonggak transformasi digital pengelolaan arsip vital di lingkungan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kendal. Ke depan, inovasi tersebut ditargetkan menjadi model pengelolaan arsip yang efektif, aman, dan berkelanjutan guna mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang profesional, akuntabel, dan responsif terhadap perkembangan teknologi informasi.