14 Aug 2026 | Jawa Tengah
Jatengreport
Nasional

DBS Insights Forum 2026 Bahas Prospek Ekonomi dan Strategi Investasi Semester II

Aldianza Fatria 15 Jul 2026
DBS Insights Forum 2026 Bahas Prospek Ekonomi dan Strategi Investasi Semester II

JAKARTA (Jatengreport.com) – Ketidakpastian ekonomi global yang dipengaruhi oleh perubahan geopolitik, arah kebijakan suku bunga, serta volatilitas pasar keuangan menuntut investor untuk mengambil keputusan yang semakin terukur. Menjawab dinamika tersebut, PT Bank DBS Indonesia menyelenggarakan DBS Insights Forum 2026 bertajuk A New Lens on a Multipolar World.

Forum ini menghadirkan berbagai pakar lintas disiplin, mulai dari geopolitik, politik, hingga investasi. Sejumlah tokoh yang hadir antara lain Dino Patti Djalal, Founder and Chairman Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Yunarto Wijaya, Executive Director Charta Politika Indonesia, serta jajaran ahli Bank DBS Indonesia dan mitra manajer investasi.

Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia, Lim Chu Chong mengatakan, “DBS Insights Forum 2026 dirancang khusus untuk nasabah private dan priority banking dalam menavigasi pengelolaan kekayaan di tengah perubahan geopolitik dan ekonomi. Dengan menyajikan beragam perspektif, forum ini diharapkan memberikan panduan dan praktik terbaik dalam mengembangan kekayaan dan usaha, hingga perencanaan suksesi keluarga yang berkelanjutan. Kami terus berkomitmen untuk mendukung nasabah agar lebih optimis dalam mengambil keputusan melalui arahan profesional dan pandangan strategis jangka panjang.”

Gambar tambahan berita

Dalam forum tersebut, para panelis membahas strategi menghadapi dinamika pasar global dan perencanaan kekayaan secara end-to-end, mencakup geopolitik AS-Asia, ketangguhan fundamental ekonomi Indonesia, hingga pengelolaan warisan lintas generasi.

Melengkapi berbagai insight tersebut, DBS Chief Investment Office (CIO) pada 3Q26 merekomendasikan investor meningkatkan alokasi pada saham Asia di luar Jepang, obligasi korporasi negara maju, emas, serta aset swasta dan dana lindung nilai (hedge funds). Sementara itu, posisi netral disarankan pada saham global, Amerika Serikat, Jepang, dan obligasi pemerintah negara maju, serta mengurangi eksposur pada saham Eropa, obligasi pasar berkembang, dan kas.

Emas dinilai tetap menarik sebagai instrumen diversifikasi dan lindung nilai yang didukung prospek jangka panjang di tengah risiko geopolitik, tekanan inflasi, dan tren dedolarisasi global.

Memasuki semester II 2026, peluang investasi diperkirakan tetap terbuka meski volatilitas global masih menjadi bagian dari lanskap pasar. Oleh karena itu, investor perlu menjaga disiplin dalam melakukan diversifikasi dan membangun portofolio yang tangguh.

Dalam kesempatan yang sama, Bank DBS Indonesia juga memperkenalkan evolusi layanan DBS Treasures Private Client sebagai bentuk komitmen dalam memberikan pengalaman wealth management yang semakin personal bagi nasabah High Net Worth Individuals (HNWI).

Kinerja layanan ini menunjukkan hasil positif pada semester I 2026. DBS Treasures Private Client mencatat pertumbuhan Total Assets Under Management (AUM) sebesar 13% secara tahunan (yoy), dengan rata-rata AUM per nasabah meningkat 15%. Selain itu, Total Income tumbuh 34% didorong oleh Investment Fee Income yang meningkat 65%, serta Net Profit After Tax (NPAT) yang bertumbuh 24%.

Consumer Banking Director PT Bank DBS Indonesia, Melfrida Gultom, mengatakan "Selain memanfaatkan peluang global untuk pertumbuhan kekayaan yang optimal, pengelolaan kekayaan saat ini menjadi multi-faceted, yaitu mencakup solusi yang sangat dipersonalisasi seperti yang kami lakukan dengan produk KPD dengan high-touch relationship model, layanan corporate wealth management dan persiapan suksesi keluarga dengan mempersiapkan generasi penerus mereka melalui pengalaman kerja nyata. DBS Treasures Private Client menghadirkan wealth management yang sangat personal namun holistik untuk mendukung berbagai keputusan finansial dalam setiap fase kehidupan.”

Untuk mendukung layanan yang semakin personal, Bank DBS Indonesia juga mendirikan Wealth Management Institute guna meningkatkan kompetensi Relationship Manager (RM). Program ini mencakup pelatihan terkait strategi investasi global, solusi bisnis, perencanaan pensiun, hingga pengembangan soft skills.

Atas kinerja dan inovasi tersebut, Bank DBS Indonesia meraih penghargaan Best Private Bank Indonesia 2026 dari FinanceAsia serta Best Priority Banking Experience 2026 dari Asian Banking & Finance.

Melalui DBS Insights Forum 2026, Bank DBS Indonesia berharap dapat memberikan panduan strategis bagi investor dalam menghadapi dinamika global sekaligus mengoptimalkan peluang investasi di semester II tahun ini.

DBS
Bagikan

Berita Terkait