Lereng Lawu Terancam, Ketua DPRD Jateng Sumanto Serukan Gerakan Menanam Pohon
Jateng
Tim Jateng Report
31 Mei 2026
KARANGANYAR (Jatengreport.com) – Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto, mengajak masyarakat menjaga kelestarian lingkungan melalui gerakan penanaman pohon di kawasan lereng Gunung Lawu, tepatnya di Desa Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (30/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 100 bibit pohon ditanam di sepanjang aliran sungai yang menjadi hulu Air Terjun Grojogan Sewu. Bibit yang ditanam antara lain pohon beringin, preh, dan loh yang dinilai memiliki kemampuan menyimpan cadangan air serta memperkuat struktur tanah.
Sumanto mengatakan, upaya pelestarian alam sebenarnya telah diwariskan oleh para leluhur melalui berbagai kearifan lokal, termasuk mitos tentang kawasan yang dianggap memiliki penunggu atau danyang. Menurutnya, cerita tersebut secara tidak langsung membentuk kesadaran masyarakat untuk tidak merusak lingkungan.
"Melalui cerita-cerita itu, masyarakat dulu menjadi lebih berhati-hati dalam menjaga alam. Hasilnya bisa kita rasakan sekarang karena pohon-pohon yang dijaga sejak dahulu tumbuh besar dan memberikan manfaat bagi lingkungan," kata Sumanto.
Ia menegaskan, penanaman pohon perlu terus dilakukan untuk menjaga ketersediaan sumber air bagi generasi mendatang. Selain itu, masyarakat juga diminta ikut merawat bibit yang telah ditanam agar dapat tumbuh dengan baik.
"Upaya kita selanjutnya adalah merawat pohon-pohon ini, terutama jenis yang mampu menyimpan air. Harapannya anak cucu kita nanti masih bisa merasakan manfaatnya," ujarnya.
Anggota DPRD Kabupaten Karanganyar, Eko Pujianto, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyebut Gunung Lawu memiliki peran penting sebagai daerah tangkapan air bagi masyarakat di sekitarnya.
"Kita setiap hari memanfaatkan air yang berasal dari Lawu. Karena itu, kelestariannya harus dijaga dengan terus melakukan penanaman pohon," katanya.
Sementara itu, Lurah Kalisoro, Waluyo Jati, mengingatkan pentingnya menjaga kawasan lereng Lawu dari tekanan pembangunan yang berpotensi mengganggu keseimbangan lingkungan.
Menurutnya, Desa Kalisoro termasuk wilayah yang memiliki tingkat kerawanan bencana, terutama tanah longsor. Karena itu, ia berharap gerakan pelestarian lingkungan mendapat dukungan berkelanjutan dari masyarakat maupun pemerintah.
"Jangan sampai lereng Lawu bermasalah akibat pembukaan lahan untuk hotel, vila, maupun perumahan. Kelestarian kawasan ini harus menjadi perhatian bersama," tegas Waluyo.(Adv)
tag: berita