Nattaya Kenenza: Karang Taruna Kabupaten Kendal Siap Menjadi Bagian Regenerasi Petani
Jateng
Eko Purwanto
02 Mei 2026
KENDAL (jatengreport.com) - Paguyuban Santri Tani Millenal Jayabinangun (STMJ) menggelar reorganisasi petani, menurutnya melihat kondisi pertanian di negara hampir nyaris tidak ada petani muda. Hal tersebut disampaikan ketua STMJ Muhammad Saidil Mursalin, Sabtu (2/5/2026) di Rumah Dinas Bupati Kendal.
Ketua STMJ Muhammad Saidil Mursalin mengatakan, bahwa pada saat ini kebanyakan petani sudah tua, sedangkan yang muda tidak mau menjadi petani karena pandangan mereka petani adalah suatu pekerjaan yang dibilang tempat kotor.
"Padahal kalau manajemen yang benar dan baik petani itu hasilnya dan menjanjikan, harapannya dengan adanya pelatihan dan edukasi anak-anak muda ini lebih semangat bertani, "kata Saidil.
Disampaikannya, reorganisasi yang digelar oleh STMJ ini menggandeng dinas Pertanian untuk memberikan pelatihan dan edukasi kepada anak-anak muda.
" Pelatihan akan dilaksanakan selama 3 hari mulai tanggal 19/20 dan 21 Mei 2026 yang digelar di wisata Nglimut desa Gonoharjo Kecamatan Limbangan, "tandas Saidil.
Kegiatan regenerasi petani yang digagas STMJ tersebut juga mendapat dukungan dari Ketua Karang Taruna Kabupaten Kendal, Nattaya Kenenza. Perempuan yang akrab disapa Mbak Naya itu menilai sektor pertanian harus mulai dipandang sebagai peluang besar bagi generasi muda untuk membangun kemandirian ekonomi.
Menurut Naya, keterlibatan pemuda dalam sektor pertanian menjadi langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan di tengah semakin berkurangnya jumlah petani usia produktif. Ia menyebut Karang Taruna siap menjadi bagian dari gerakan regenerasi petani di Kabupaten Kendal.
“Anak muda harus mulai berani melihat pertanian sebagai peluang, bukan sekadar pekerjaan tradisional. Kalau dikelola dengan inovasi dan semangat kolaborasi, pertanian bisa menjadi sektor yang menjanjikan,” kata Naya.
Ia menegaskan, sinergi antara organisasi kepemudaan, kelompok tani, pesantren, dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam mencetak petani muda yang tangguh dan mandiri. Karang Taruna Kendal, kata dia, akan terus mendorong generasi muda untuk terlibat aktif dalam penguatan ketahanan pangan daerah.
Naya juga mengingatkan pentingnya keberlanjutan program agar semangat regenerasi petani tidak berhenti di pelatihan saja.
“Kami ingin gerakan ini menjadi langkah nyata melahirkan petani-petani muda yang tangguh, inovatif, dan mampu menjawab tantangan ketahanan pangan di masa depan. Kolaborasi harus terus dijaga agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Nattaya Kenenza.(eko)
tag: berita