Perkuat Organisasi, Sido Muncul Lakukan Pembaruan Direksi
Nasional
Bintang
09 Apr 2026
SEMARANG (Jatengreport.com) – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk melakukan penyegaran jajaran direksi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Kamis (9/4).
Dalam forum tersebut, perseroan juga menyetujui pembagian dividen sebesar Rp1,1 triliun dari kinerja tahun buku 2025.
Direktur Utama Irwan Hidayat menegaskan bahwa perubahan susunan direksi merupakan langkah strategis untuk memperkuat fondasi organisasi di tengah dinamika bisnis yang terus berkembang.
“Perubahan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat organisasi dan meningkatkan kinerja perusahaan ke depan,” ujarnya.
Ia kini memimpin jajaran direksi bersama David Hidayat, Maria Reviani, Budiyanto, dan Darmadji Sidik. Manajemen meyakini komposisi baru tersebut akan meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan perusahaan.
“Dengan komposisi baru ini, kami optimistis kinerja perusahaan akan semakin baik dan adaptif terhadap perubahan,” katanya.
Dari sisi kinerja, perseroan mencatat penjualan sebesar Rp4,08 triliun sepanjang 2025, tumbuh 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Laba bersih mencapai Rp1,23 triliun dengan marjin operasi sebesar 38 persen dan marjin bersih 30 persen.
Manajemen menyebut capaian tersebut diraih di tengah berbagai tantangan global, mulai dari pola konsumsi masyarakat yang lebih selektif hingga fluktuasi nilai tukar.
Meski demikian, perusahaan mampu menjaga stabilitas usaha dan profitabilitas. Kinerja ekspor turut menjadi penopang, dengan pertumbuhan mencapai 31 persen dan kontribusi sebesar 9 persen terhadap total penjualan.
Produk Sido Muncul kini telah menjangkau pasar internasional seperti Malaysia, Nigeria, dan Filipina.
Sementara itu, susunan Dewan Komisaris tidak mengalami perubahan sebagai bentuk kesinambungan pengawasan.
Posisi Komisaris Utama tetap dijabat Jonatha Sofjan Hidajat bersama Johan Hidayat, Sigit Hartojo Hadi Santoso, Venancia Sri Indrijati Wijono, Lindawati Gani, serta Mohammad Adib Khumaidi.
Manajemen berharap sinergi antara direksi dan komisaris terus terjaga guna memperkuat tata kelola perusahaan yang baik.
Ke depan, prospek bisnis 2026 dinilai tetap konstruktif seiring membaiknya daya beli masyarakat dan meningkatnya kesadaran terhadap kesehatan.***
tag: berita