Bupati Dyah Kartika Lepas Kirab Budaya Dugderan di Masjid Agung Kendal

images

Jateng

Eko Purwanto

19 Feb 2026


KENDAL (Jatengreport.com) - Masjid Agung Kendal menggelar dugderan dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Puncak acara ditandai dengan prosesi kirab dan Grebeg Gunungan yang dilepas langsung oleh Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, Selasa (17/2/2026).

Sebanyak 11 kafilah dengan total lebih dari 800 peserta mengawali rute dari halaman Masjid Agung Kendal, berkeliling di wilayah sekitar Masjid Agung Kendal. Ribuan warga tampak antusias memadati lokasi untuk menyaksikan tradisi tahunan ini.

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari memberikan apresiasi atas terselenggaranya Grebeg Gunungan dan Kirab Budaya ini. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan upaya memakmurkan masjid sekaligus syiar agama.

“Kirab budaya ini adalah bagian dari identitas religius kita. Grebeg Gunungan merupakan simbol semangat gotong royong dan rasa syukur bersama dalam menyambut Ramadan,” ungkap Bupati.

Tradisi ini mencerminkan nilai-nilai luhur warisan nenek moyang tentang pentingnya berbagi dan menjaga harmoni sosial yang selaras dengan nilai-nilai keislaman.

"Tradisi ini harus terus dilestarikan, karena berebut gunungan ini mengharap mendapat keberkahan kepada allah SWT, " kata Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari.

 

Sementara, Ketua Takmir Masjid Agung Kendal, KH Asroi Tohir, menjelaskan bahwa Grebeg Gunungan tahun 2026 ini mengangkat tema “Melestarikan Tradisi Kabupaten Kendal Berdikari, Berbudaya, dan Berakhlakul Karimah”. Tema ini mengandung filosofi keberkahan dan semangat saling berbagi.

“Agenda ini bertujuan untuk syiar Islam kepada masyarakat serta menumbuhkan kembali nilai budaya Islam. Agama menginspirasi banyak kebaikan, termasuk mengembangkan tradisi selama tidak mengandung kemaksiatan,” jelas KH Asroi.

Selain kirab, KH Asroi menyampaikan, selama bulan Ramadan, Masjid Agung Kendal telah menyiapkan rangkaian kegiatan, mulai dari salat tarawih, tadarus Al-Quran, pengajian kitab kuning, pembagian takjil, hingga pelaksanaan salat Idulfitri.

Acara ditutup dengan momen berebut gunungan hasil bumi (palawija). Masyarakat rela berdesakan mengambil bagian dari gunungan yang diyakini membawa keberkahan dari hasil bumi tanah Kendal.(eko)

tag: berita


BERITA TERKAIT