Empat Wartawan Jateng Raih Kartu Pers Nomor Satu dari PWI Pusat

images

Nasional

Tim Jateng Report

10 Feb 2026


SERANG (Jatengreport.com) - Empat wartawan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jawa Tengah menerima anugerah Press Card Number One (PCNO) dari PWI Pusat.

Penghargaan istimewa tersebut diserahkan di depan Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar mewakili  Presiden RI Prabowo Subianto dalam puncak Perayaan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2026  di Lapangan Masjid Raya Al-Bantani, komplek KP3B,  Kota Serang, Banten, Senin 9 Februari 2026.

Keempat wartawan tersebut adalah Ketua PWI Jateng Setiawan Hendra Kelana (Suara Merdeka), Sekretaris Achmad Ris Ediyanto (HeloIndonesia.com), Wakil Ketua Bidang Multimedia Agus Toto Widyatmoko (Suara Merdeka), dan Ketua Seksi Wartawan Olahraga (Siwo)  Wisnu Setiadji (HeloIndonesia.com).

“Saya ucapkan selamat kepada penerima penghargaan PCNO. Para pemegang kartu pers nomor satu ini sebagai penanda bahwa penerima adalah wartawan profesional dengan kompetensi dan integritas tinggi,” ujar Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir.

Pada acara puncak HPN tersebut, ada 13 wartawan senior se-Indonesia penerima penghargaan PCNO yang terseleksi secara  ketat oleh tim yang diketuai Marah Sakti Siregar.

Di samping acara penyerahan piagam penghargaan PCNO, pada acara puncak HPN juga diserahkan penghargaan Anugerah Adinegoro, Anugerah Kebudayaan, PWI Award dan SIWO Award.

Selain Muhaimin Iskandar,  pada puncak HPN 2026 bertema "Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat"  ini hadir antara lain Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Menteri Komdigi Meutya Hafid, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Ekonomi Kreatif   
Teuku Riefky Harsya.

Selanjutnya Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat,Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir dan Gubernur Banten Andra Soni.

PCNO merupakan penghargaan tertinggi dari PWI  Pusat yang diberikan kepada wartawan berusia 50 tahun ke atas yang selama mininal 25 tahun tanpa jeda  telah berkarier dan mengabdi di dunia jurnalistik.

Selain itu, sebagai bentuk pengakuan atas kiprah dan dedikasi mereka dalam pengembangan pers di Tanah Air, dan secara konsisten berkontribusi memajukan jurnalistik Indonesia melalui tulisan, artikel atau buku.

Mereka juga memperjuangkan kemerdekaan pers melalui  
karya dan  konsisten berkontribusi memajukan SDM wartawan melalui keterlibatan pribadi, organisasi,  atau melalui pelatihan.

Ketua PWI Jateng Setiawan Hendra Kelana mengungkapkan apresiasi tinggi kepada PWI Pusat atas penghargaan PCNO. Apalagi Jateng menjadi penerima terbanyak yaitu empat wartawan.

Bagi dia, penghargaan ini memotivasi dirinya untuk selalu  profesional, merawat marwah organisasi,  dan berkontribusi bagi kemajuan pers Tanah Air.
"Di tengah indeks kemerdekaan pers yang tak stabil, kami tentu ingin mewujudkan harapan Ketum PWI Pusat bahwa pers harus bisa menjadi pengingat dan penyeimbang Pemerintah untuk.maju bersama," katanya.

Kiprah dan Pengalaman

Pria yang akrab disapa Iwan  ini memulai karier sebagai wartawan sejak Mei 2000, meliput di bidang ekonomi dan akhirnya lebih banyak ke politik dan pemerintahan.

Pengalaman organisasi kewartawanan yang dimiliki yaitu Ketua PWI Jawa Tengah (2025-2030), Ketua SMSI Jateng (2017-2021), Wakil Sekretaris Litbang SMSI Pusat (2025-2030), pengajar Sekolah Jurnalistik PWI, dan asesor Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI.

Selama berkarier sebagai wartawan  tugas  bersejarah yang diembannya yaitu pertukaran wartawan di The Courier Mail Newspaper, Brisbane, Queensland, Australia (2006), Konferensi Media Digital di Hong Kong (2012 dan 2018), serta petugas Media Center Haji PPIH Arab Saudi (2024).

Untuk buku, dia pernah  menulis  Antalogi Biku Strategi Menata Penyiaran di Jawa Tengah (2015).
Ora Sengketa Ora Enak - Potret Pertarungan Menuju Jateng-1 (2025), serta  75 Tokoh Pamomong Jawa Tengah (2025).

"Saya bersyukur pada Allah SWT, serta berterima kasih pada keluarga dan dukungan para senior di dunia kewartawanan atas raihan PCNO. Kartu Pers Nomor Satu ini membawa konsekuensi tanggung jawab lebih terhadap kompetensi dan integritas profesi kewartawanan," tambah Sekred Suara Merdeka tersebut.

Penerima PCNO lainnya, Achmad Ris Ediyanto dikenal sebagai wartawan olahraga senior. Merintis karier sebagai wartawan di Harian Sore Wawasan sebagai reporter olahraga  tahun 1989 hingga 1993. Selanjutnya pria yang akrab disapa Ade ini menjadi redaktur olahraga hingga redaktur pelaksana di koran yang sama. Saat ini menjadi Korwil Jateng HeloIndonesia.com.

Sejumlah penugasan yang telah dilakoni antara lain, meliput sembilan kali  nonstop ajang PON sejak PON XIIII Jakarta 1993 hingga PON XXI Aceh - Sumut 2024. Selain itu SEA Games  Filipina (1991), Chiang Mai (1995), Filipina (2005), Nakhon Ratchasima (2007), Asian Games Guangzhou (2010), SEA Games  Filipina (2013), Myanmar (2015) dan Vietnam (2023).

Ade pernah menjadi Ketua Siwo PWI Jateng selama dua periode, menjadi komandan Tim Porwanas Jateng empat kali, dan peraih perak cabang biliar di Porwanas Banjarmasin 2013.

Tugas paling berkesan yaitu saat liputan SEA Games Myanmar 2013 karena bisa menjajal tol terpanjang di Asia Tenggara yaitu dari Yangoon ke Nayphidaw (ibu kota baru Myanmar)  sepanjang 320 Km. Jalan sepanjang itu hanya ada satu rest area. Pengguna tol juga sangat sedikit.

"Anugerah PCNO ini membuat saya makin mencintai profesi, dan berharap mengabdi untuk eksistensi pers Tanah Air," kata pria yang pernah menulis 7  buku, di antaranya Bakul Pithik di Balik Borobudur Marathon, Universitas Semarang  Menggapai Mimpi dan Dengan Hati Merah Prestasi.

Pemred Suara Merdeka  Agus Toto Widyatmoko, tahun pertama  (1999) menjadi wartawan  liputan grass root tentang kehidupan masyarakat kecil bertahan hidup dalam gaya penulisan human interest.

Kemudian mendapat kepercayaan meliput berbagai peristiwa nasional seperti bencana tsunami Aceh 2004, pekerja migran Indonesia dideportasi ke Nunukan, Kalimantan Utara, serta liputan politik kongres dan munas partai politik memilih ketua umum. Juga penelusuran kasus dugaan korupsi berjamaah 40 anggota DPRD Sumatera Barat medio 2004.

Mantan Ketua SMSI Jateng ini menulis sejumlah buku antara lain Kebersamaan Membawa Kemenangan (2022), Membangun Harmoni, Jejak Kepemimpinan dalam Karya Bersama (2024), dan 75 Tokoh Pamomong Jawa Tengah (2025).

"Tentang PCNO, ini adalah apresiasi terhadap wartawan yang memiliki profesionalisme  dalam menjalankan tugas jurnalistik dan saya bersyukur menjadi salah satu penerimanya di HPN 2026 ini," tandasnya.

Sedangkan Wisnu Setiadji adalah reporter olaharaga Harian Sore Wawasan tahun 1997 yang pernah meliput 5 kali PON, berbagai kejurnas,  dan SEA Games 2007 di Nakhon Ratchasima. Sejak 2025 dipercaya menjadi Ketua Siwo PWI Jateng, sebelumnya menjadi Ketua Seksi Pariwisata.

"Pengalaman berkesan yaitu meliput Kejuaraan Dunia Tinju WBA Chrisjon tahun 2004 di Tenggarong. Saat itu demam tinju pro ada di mana - mana. Ada local hero yang memberi euforia," ujar wartawan yang pernah memenangi sembilan penghargaan jurnalistik, di antaranya Juara I Lomba Jurnalistik Diskominfo Jateng (2019 dan 2022), Menulis Baznas (2020) dan perunggu Porwanas Kalsel (2024).

Dia  mengaku tak menyangka bisa menerima PCNO dan harapannya bisa jadi pelecut untuk  menjadi wartawan yang lebih kredibel.***

tag: berita


BERITA TERKAIT