Sempat Hilang Harap, Di Lorong Inspirasi MR.D.I.Y Sulap Hati Kembali Menyala
SEMARANG (Jatengreport.com) – Di sebuah komplek perumahan sederhana di sudut Kota Semarang, Lia (27) menjalani hari-harinya dengan ritme yang akrab bagi banyak perantau muda, seperti bangun pagi, bekerja sepanjang hari di kantor, lalu pulang ke rumah yang sunyi.
Tak ada kerabat dekat di kota ini, dan belum ada pasangan hidup yang menyambut di ujung hari.
Tapi di balik kesunyian itulah, Lia menemukan caranya sendiri untuk tetap tersenyum dari tempat yang mungkin tidak banyak orang sangka, yaitu lorong-lorong MR.D.I.Y.
Lia bukan warga asli Semarang, ia datang dari kota kecil di Jawa Tengah untuk bekerja dan membantu menopang kebutuhan keluarganya di kampung halaman.
Meski jauh dari sanak saudara, ia tidak pernah kehilangan semangat untuk menjalani hidup. Namun, seperti kebanyakan karyawan muda, Lia juga kerap merasa jenuh.
Rutinitas yang padat dan tekanan pekerjaan kadang membuatnya ingin "melarikan diri", meski hanya sejenak dan tempat pelariannya bukanlah kafe mahal, apalagi pusat hiburan mewah.
Melainkan tempat yang banyak orang anggap biasa toko MR.D.I.Y.
“Entah kenapa, tiap masuk ke MR.D.I.Y., hati saya langsung adem. Kayak lagi diajak bermain mata sama benda-benda lucu dan unik,” ujar Lia sambil tertawa kecil, Sabtu (12/7).
Lia memang berbeda, ia bukan pemburu tren kecantikan seperti mayoritas Gen Z yang gemar berburu make-up terbaru atau fashion terkini.
Ia lebih tertarik dengan pernak-pernik rumah tangga, alat kantor, hingga perlengkapan tidur yang menurutnya “bikin gemas”.
Baginya, menjelajahi lorong MR.D.I.Y. bukan sekadar belanja, ituu adalah terapi. Sebuah perjalanan kecil yang mampu meredakan penat dan memberi ruang bagi kreativitas yang tak disadari muncul dari barang-barang sederhana.
Benda Kecil, Makna Besar
Dalam satu kunjungan, ia bisa menghabiskan waktu hingga satu jam hanya untuk menyusuri tiap lorong.
Dari botol minum berwarna pastel, lampu tidur berbentuk kelinci, hingga rak gantung serba guna, semua bisa jadi inspirasi.
Tak jarang, ia membelikan sesuatu untuk ponakan, orang tua, atau sekadar teman dekat, tak mahal, tapi penuh makna.
“Pernah beli gelas lucu warna kuning. Waktu dikasih ke keponakan, dia senang banget. Rasanya bahagia banget, padahal harganya enggak sampai lima belas ribu,” kenangnya.
Barang-barang itu juga kerap menjadi "pelengkap" dalam kehidupan sehari-harinya di rumah maupun di kantor.
Mulai dari bantal imut yang menemani tidur di malam hari, boneka mungil yang menghiasi meja kerja, hingga kotak penyimpanan kreatif untuk dokumen penting.
Lia tengah memilih wadah makan plastik di salah satu rak perlengkapan rumah tangga yang ada di MR.D.I.Y.
Lia percaya bahwa benda-benda kecil bisa membawa suasana yang berbeda.
"Kalau kamar tertata rapi, atau meja kerja dihias pakai barang lucu, mood kerja juga bisa naik. Jadi, menurut saya belanja di MR.D.I.Y. itu bukan buang-buang uang, tapi investasi perasaan," ujarnya mantap.
Promo Jadi Solusi
Di balik hobinya itu, Lia tetap seorang perempuan rasional. Sebagai perantau dengan anggaran pas-pasan, ia tahu bagaimana mengatur keuangan. Salah satu caranya adalah dengan menanti dan memanfaatkan promo-promo yang rutin ditawarkan MR.D.I.Y.
Di akhir bulan, ketika dompet mulai menipis, program “Tebus Super Hemat” dan diskon “Hemat Mat Mat” jadi penyelamat.
“Lumayan banget. Bisa beli barang yang memang dibutuhin tapi tetap hemat. Kadang saya bikin wishlist barang dulu, terus beli pas lagi promo,” kata Lia sambil tersenyum.
Oleh sebab itu, Head of Marketing MR.D.I.Y. Indonesia, Ria Sutrisno menjelaskan pihaknya berkomitmen untuk terus berinovasi bukan sekadar tempat belanja kebutuhan rumah tangga, MR.D.I.Y. ingin menjadi ruang inspirasi bagi siapa pun.
“Kami percaya inspirasi hadir dari momen-momen sederhana dalam keseharian yaitu merakit, memperbaiki, berkreasi, hingga berbagi waktu bersama keluarga,” ujar Ria dalam keterangannya di Semarang, belum lama ini.
Dalam kampanye terbarunya bertajuk “Inspirasi buat yang Ada Aja Idenya”, MR.D.I.Y. mengajak masyarakat untuk menggali potensi dari hal-hal kecil dan sederhana.
Melalui ribuan produk praktis, terjangkau, dan estetik, mereka ingin mendorong masyarakat untuk menciptakan perubahan positif, baik dalam rumah tangga maupun kehidupan sosialnya.
“Kehadiran MR.D.I.Y. tidak hanya menjadi tempat untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, melainkan menjadi wadah untuk berkreasi, menata ruang, bahkan memulai usaha kecil,” tambah Ria.
Apa yang dialami Lia adalah potret bagaimana ruang retail bisa menjadi tempat yang lebih dari sekadar belanja. Ia menemukan ketenangan, kebahagiaan, bahkan rasa syukur dari momen-momen kecil saat menggenggam barang-barang sederhana.
“Kadang saya mikir, kenapa ya barang segitu simpel bisa bikin saya senang banget? Mungkin karena saya enggak cuma beli barangnya, tapi juga beli rasa yang datang bersamanya,” ujar Lia sambil menatap rak bantal karakter.
Dan begitulah, dari toko serba ada bernama MR.D.I.Y., seorang perempuan muda perantau bernama Lia menemukan makna dalam rutinitas.
Ia membuktikan bahwa inspirasi tak selalu datang dari hal besar. Kadang, cukup dari sebuah gelas lucu, lampu tidur berbentuk beruang, atau senyum ponakan kecil yang menyambut oleh-oleh sederhana.
Karena bagi Lia, bahagia itu sesederhana masuk ke toko favoritnya, menyusuri lorong demi lorong, dan pulang dengan hati yang lebih hangat.***
tag: #BelanjadiMRDIY #InspirasibuatyangAdaAjaIdenya #MRDIY