BLORA (Jatengreport.com) - Bupati Kudus Hartopo mendapatkan kesempatan emas untuk menyampaikan persoalan yang ada di Kudus secara langsung kepada Presiden RI Joko Widodo. 'Curhat' tersebut terjadi seusai Penyerahan Sertifikat Tanah untuk Rakyat dan Surat Keputusan Perhutanan Sosial dan Surat Keputusan Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) di Areal Kesongo, Blora, Jumat (17/3).
Kesempatan emas itu dimanfaatkan bupati untuk menyampaikan infrastruktur nasional. Khususny jalan nasional yang melintas Kudus. Kondisi saat ini perlu perbaikan secepatnya.
Karena Kudus termasuk strategis sebagai jalur utama pulau Jawa. Dan tentunya untuk memberi rasa nyaman bagi pemudik lebaran.
"Pak Presiden tentu sudah hafal betul kondisi jalan nasional ini. Maka, saya usulkan adanya inpres (instruksi presiden, red) untuk prioritas pembangunan jalan nasional di Kudus," imbuhnya.
Selain itu, Bupati juga meminta kelonggaran PMK 215 tahun 2021 tentang Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT). Hartopo memohon ada kelonggaran alokasi untuk penggunaannya, termasuk infrastruktur.
Kelonggaran yang dimaksud adalah penggunaan DBHCHT sebesar 50 persen blick grant, dan 50 persen sisanya specific grant. Yang mana di dalam block grant dapat digunakan sesuai kebutuhan daerah. Salah satunya bisa untuk pembangunan infrastruktur.
"Dengan alokasi DBHCHT yang besar untuk Kudus (Rp. 238,5 M, red), Kami memohon ada kelonggaran tersebut, Bapak," mohon Bupati Kudus kepada Presiden Jokowi secara langsung.
Lebih lanjut Bupati berharap infrastruktur di Kudus tertara lebih baik dengan alokasi anggaran yang lebih banyak. Mengingat tahun ini alokasi DBHCHT untuk infrastruktur hanya Rp. 38,6 miliar, setelah kewajiban dalam PMK 215 terpenuhi.
"Kami berharap permohonan ini terkabulkan, khususnya untuk Kudus. Karena alokasi DBHCHT Kudus terbesar," tambahnya.
Presiden Jokowi yang didampingi Sekretaris Kabinet Pramono Anung menanggapai dengan baik usulan tersebut. Dan akan menindaklanjuti usulan yang baik tersebut demi masyarakat.
Oleh sebab itu, Presiden meminta Pramono Anung untuk mencatat apa saja kebutuhan Kudus.
Pada acara tersebut, turut mendampingi Presiden yaitu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Hadi Tjahjanto, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Selain itu, hadir pula Bupati Blora Arief Rohman, Bupati Grobogan Sri Sumarni, Bupati Bojonegoro Anna Muawanah, Pj Bupati Brebes Urip Sihabudin, dan Bupati Kudus Hartopo.
Bupati Kudus Hartopo Curhat Soal Wisata ke Presiden: Wahana Goyang Pantura
Luncurkan Aplikasi YouthCamp, Unisbank Semarang Pionir Inovasi Simulasi Pendidikan Kuliah
SelanjutnyaWajib Dikunjungi! Destinasi Wisata Goa Kiskendo Kendal Simpan Banyak Ragam Pesona
Berita Terkait
Jateng
Beda Aktivitas, Satu Semangat: Warga Borobudur Jaga Harmoni di Tengah Konser Andrea Bocelli ...
MAGELANG (Jatengreport.com) – Harmoni dan toleransi masyarakat mewarnai kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, di tengah persiapan konser internasional Andrea ...
Jateng
Bank Jateng Raih Penghargaan Best Brand for Inclusive Regional Growth di Solo Raya Impact Awards 2026 ...
SURAKARTA (Jatengreport.com) – Bank Jateng kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan dalam ajang Solo Raya Impact Awards (SRIA) 2026. Dalam ajang yang ...
Jateng
Kajati Teguh Subroto Perkuat Sinergi Jaga Desa dan ABPEDNAS, Dorong Pengawasan Desa Lebih Efektif ...
KENDAL – Membangun desa yang maju dan mandiri tidak cukup hanya dengan dukungan anggaran pembangunan. Kepastian hukum, pengawasan yang efektif, serta keberanian ...
Jateng
Sehari Layani 150 Transaksi, BRILink Agen Miya Jadi Tumpuan Warga Kajen ...
PATI (Jatengreport.com) – Ketukan pintu toko yang sudah tertutup bukan hal asing bagi Mohammad Ali S. Di balik pintu Alfa Cell, kompleks pertokoan depan Makam KH ...