Resmi Menjabat Sekda Semarang, Handi Priyanto Siapkan Strategi Maksimalkan PAD

images

Jateng

Bintang

19 Mei 2026


SEMARANG (Jatengreport.com) – Pemerintah Kota Semarang resmi memiliki sekretaris daerah (Sekda) baru. Sosok birokrat berpengalaman, Handi Priyanto, resmi mengemban amanah sebagai Sekretaris Daerah Kota Semarang setelah menapaki perjalanan panjang pengabdian lintas daerah selama puluhan tahun.

Pria kelahiran Mataram, Nusa Tenggara Barat, 7 Juni 1976 itu bukan wajah baru di dunia birokrasi. Sebelum dipercaya menduduki jabatan tertinggi aparatur sipil negara di lingkungan Pemkot Semarang, Handi telah malang melintang di berbagai wilayah dan posisi strategis pemerintahan.

Karier Handi dimulai sebagai pegawai negeri sipil (PNS) pusat yang diperbantukan ke daerah. Penugasan pertamanya bahkan jauh dari hiruk pikuk kota besar, yakni di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, sebelum kemudian berpindah ke Kota Kendari.

“Dulu status saya PNS pusat diperbantukan. Penempatan pertama di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, kemudian bergeser ke Kota Kendari,” ujar Handi mengenang awal perjalanan kariernya.

Alumni Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) angkatan 1998 dan Universitas Merdeka Malang itu kemudian melanjutkan pengabdian di Departemen Dalam Negeri atau kini Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), tepatnya di Biro Kepegawaian.

Perjalanan kariernya mulai berkembang saat bertugas di Kota Malang. Pada 2002, Handi dipercaya menjabat Lurah Polowijen. Kariernya terus menanjak hingga menjadi Camat Blimbing pada 2011.

Namanya semakin dikenal ketika dipercaya memimpin Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang pada 2013.

Setelah itu, berbagai jabatan strategis silih berganti diembannya, mulai dari Asisten Administrasi Pemerintahan, Kepala Dinas Perhubungan selama dua periode, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), hingga Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM.

Tak hanya itu, Handi juga sempat menjabat Dewan Pengawas Perumda Tugu Tirta dan dipercaya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama perusahaan daerah tersebut pada 2024. Sebelum hijrah ke Semarang, ia mengemban tugas sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang.

Menurut Handi, dukungan penuh dari Pemerintah Kota Malang menjadi salah satu faktor yang menguatkannya mengikuti seleksi Sekda Kota Semarang.

“Pak wali men-support. Siapapun pegawai yang ikut seleksi diberikan izin, tidak pernah ada yang melarang,” katanya.

Di Kota Semarang, Handi membawa visi memperkuat tata kelola pemerintahan melalui digitalisasi, terutama dalam optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pengalamannya memimpin sektor pendapatan di Kota Malang menjadi modal utama yang ingin diterapkan.

“Peningkatan PAD di Kota Malang saat saya menerapkan digitalisasi sehingga tidak ada pungli dan tidak ada kebocoran terkait PAD. Itu yang akan saya bawa ke Semarang untuk memaksimalkan potensi PAD dan meminimalisir kebocoran,” tegasnya.

Handi menilai Kota Semarang memiliki karakteristik yang tidak jauh berbeda dengan Kota Malang, sehingga ia optimistis pengalaman yang dimilikinya dapat membantu meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat.

Pelantikan Handi Priyanto sebagai Sekda Kota Semarang menjadi babak baru perjalanan birokrat yang telah ditempa dari berbagai daerah, mulai Sulawesi Tenggara hingga Jawa Timur.

Kini, tantangan baru menantinya di Ibu Kota Jawa Tengah, dengan target memperkuat sistem pemerintahan dan mengoptimalkan potensi pendapatan daerah melalui transformasi digital.***

tag: berita


BERITA TERKAIT