Jembatan Kabanaran di Bantul Disorot DPRD Jateng, Dorong Akses Serupa di Kebumen–Cilacap
Jateng
Tim Jateng Report
16 Apr 2026
YOGYAKARTA (Jatengreport.com) – Pembangunan Jembatan Kabanaran (Pandansimo) di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, menarik perhatian Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah.
Proyek strategis yang menjadi bagian dari Jalur Lintas Selatan (Pansela) itu dinilai penting sebagai pengungkit konektivitas kawasan pesisir selatan Jawa.
Kunjungan lapangan dilakukan
belum lama ini. Setibanya di lokasi, rombongan dewan diterima oleh Kepala Bidang Preservasi BBPJN II Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR, Aris Rusdianto, bersama jajaran.
Dalam pemaparannya, Aris menjelaskan bahwa Jembatan Kabanaran memiliki peran vital sebagai penghubung antara Kabupaten Bantul dan Kabupaten Kulon Progo.
Keberadaan jembatan ini tidak hanya memperlancar mobilitas warga, tetapi juga memperkuat jalur distribusi barang di kawasan pesisir selatan.
“Jembatan ini merupakan akses penunjang utama di Jalur Lintas Selatan atau Pansela yang membentang dari Jawa Timur hingga Banten,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng, Joko Purnomo, menyatakan dukungannya terhadap proyek yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) itu.
Ia menilai pembangunan infrastruktur lintas wilayah seperti ini perlu direplikasi di Jawa Tengah, khususnya pada daerah yang memiliki karakteristik geografis serupa.
“Mudah-mudahan ada juga di wilayah Jateng yang hampir mirip situasi dan kondisinya seperti di sini untuk diusulkan pembangunan jembatan ke pemerintah pusat,” kata Joko.
Komisi D mencatat, kebutuhan akses penghubung antarwilayah juga mendesak di perbatasan Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Cilacap.
Namun, rencana pembangunan di kawasan tersebut masih terkendala kondisi geografis berupa perbukitan yang membutuhkan kajian teknis lebih mendalam.
“Untuk di wilayah Jateng, masih ada Kebumen–Cilacap yang belum digarap karena terkendala wilayah perbukitan sehingga masih dilakukan analisa dan tahun ini belum bisa menjadi prioritas anggaran,” tegasnya.
Sebagai informasi, pembangunan Jembatan Kabanaran menelan anggaran sebesar Rp863,72 miliar dari APBN.
Jembatan ini memiliki panjang 675 meter dengan lebar 24 meter, serta total penanganan proyek mencapai 2.300 meter.
Proyek tersebut diharapkan menjadi tulang punggung konektivitas Pansela sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan selatan Jawa. (Adv)
tag: berita