Luapan Sungai Waridin Rendam Permukiman dan Lumpuhkan Jalur Pantura Brangsong Kendal
Jateng
Eko Purwanto
17 Jan 2026
KENDAL (Jatengreport.com) — Luapan Sungai Waridin di Desa Kebonadem, Kecamatan Brangsong, mengakibatkan genangan di sejumlah permukiman warga serta kemacetan di jalur Pantura Brangsong, Kamis (15/1/2026).
Kapolres Kendal AKBP Hendry Susanto Sianipar, S.I.K., M.H. memimpin langsung apel kesiapsiagaan di Ruang Command Center Polres Kendal pada pukul 21.00 WIB.
Kapolres Kendal meminta seluruh personel piket fungsi untuk segera bergerak ke lokasi terdampak guna membantu evakuasi warga dan pengamanan wilayah.
“Hujan deras dengan intensitas tinggi telah menyebabkan banjir di beberapa titik. Kami instruksikan seluruh personel untuk siaga penuh, turun langsung membantu masyarakat, dan memastikan keselamatan warga menjadi prioritas utama,” tandas Kapolres AKBP Hendry.
Luapan Sungai Waridin terjadi sejak pukul 17.30 WIB, merendam Dukuh Kauman, Dukuh Kradenan, dan Dukuh Kebonadem. Debit air yang meningkat membuat air melampaui bibir jembatan dan masuk ke permukiman warga. Selain merendam rumah penduduk, genangan juga mengganggu arus lalu lintas di jalur nasional Pantura.
Polres Kendal membagi tugas personel sesuai fungsi masing-masing. Satu pleton Dalmas diterjunkan ke Brangsong menggunakan truk operasional dan membawa perahu karet untuk keperluan evakuasi.
Kapolres Kendal bersama Dandim 0715 Kendal Letkol Inf Bagus Setyawan, Plt Kapolsek Brangsong AKP Nugroho Agung Purnomo, serta Kasat Lantas AKP Panji Yugo Putranto meninjau langsung lokasi banjir. Dalam peninjauan tersebut, petugas mengevakuasi sejumlah warga yang rumahnya tergenang cukup tinggi dan dinilai tidak layak huni sementara.
Kapolres Kendal menegaskan bahwa kehadiran aparat di lapangan merupakan bentuk tanggung jawab dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat.
“Kami akan terus berada di lokasi sampai situasi benar-benar aman. Personel kami siagakan untuk membantu warga yang membutuhkan pertolongan,” ujarnya.(eko)
tag: berita