Hijaukan Hulu Rawapening, DPRD Jateng Dorong Rehabilitasi Lahan Kritis di Lereng Ungaran
Jateng
Tim Jateng Report
10 Apr 2026
SEMARANG (Jatengreport.com) — Upaya memulihkan kawasan hulu Rawapening terus digencarkan. Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah memberikan apresiasi terhadap aksi penanaman pohon di lereng Gunung Ungaran, tepatnya di kawasan Candi Gedongsongo, yang dinilai strategis dalam menjaga keseimbangan lingkungan.
Kegiatan yang berlangsung Kamis (9/4/2026) tersebut menjadi puncak peringatan Hari Rimbawan 2026, dengan penanaman 120 pohon alpukat di area yang tergolong lahan kritis.
Penanaman ini diarahkan sebagai langkah konkret rehabilitasi kawasan hulu yang berperan penting terhadap ekosistem Rawapening.
Sejumlah anggota Komisi B turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Sekretaris Komisi B dr. Sholeha Kurniawati bersama Harun Abdul Khafidz, Yusuf Hidayat, dan Moehammad Noer Dhuha.
Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Pemali Jratun, Arif Setyo Utomo, menegaskan pentingnya penanganan kawasan hulu sebagai kunci pengendalian ekosistem secara menyeluruh.
Menurutnya, pengelolaan daerah aliran sungai tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus terpadu dari hulu hingga hilir.
“Dengan kondisi hulu yang terjaga, maka aliran air dapat lebih terkendali sehingga mampu mengurangi risiko bencana di wilayah hilir,” ujarnya.
Ia menambahkan, kawasan hulu Sungai Tuntang yang terhubung dengan Rawapening memiliki peran vital dalam menjaga stabilitas debit air, terutama saat musim hujan.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Jateng, Dwi Haryanto, menilai kawasan tersebut memiliki tata kelola hutan yang relatif baik karena mencakup fungsi konservasi, lindung, hingga produksi.
Ia menyebut, sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan pengelolaan kawasan hutan.
Dari sisi legislatif, anggota Komisi B DPRD Jateng, Harun Abdul Khafidz, menegaskan dukungan terhadap langkah rehabilitasi lahan kritis melalui penanaman pohon.
Ia menyoroti kondisi hulu Rawapening yang belakangan menjadi perhatian akibat kerusakan di sejumlah titik.
Kerusakan tersebut, lanjutnya, berdampak pada meningkatnya potensi banjir di wilayah hilir seperti Kabupaten Demak dan Kabupaten Grobogan.
“Dengan penanaman pohon ini mari kita selamatkan kawasan hulu sungai. Upaya ini menjadi langkah penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mencegah kerusakan lingkungan yang lebih luas,” tegasnya.
Selain berfungsi menjaga konservasi tanah dan air, penanaman pohon di lahan kritis juga dinilai membawa manfaat ekologis dan sosial.
Di antaranya meningkatkan kualitas lingkungan hidup serta menjamin keberlanjutan sumber daya alam bagi masyarakat di masa mendatang. (Adv)
tag: berita