Teken Kerja Sama, PWI Jateng-Pascasarjana USM Bangun Jembatan Intelektual bagi Insan Pers
Jateng
Bintang
14 Mar 2026
SEMARANG (Jatengreport.com) - Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia Jawa Tengah (PWI Jateng) bersinergi di bidang pendidikan dengan Program Pascasarjana Universitas Semarang (USM).
Kolaborasi tersebut dituangkan dalam penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) di Lantai 15 GM Setos Hotel, Semarang, Jumat 13 Maret 2026.
Penandatanganan PKS dilakukan oleh Ketua PWI Jateng Setiawan Hendra Kelana bersama Direktur Program Pascasarjana USM Dr Muhammad Junaidi SHI MH dibarengkan dalam acara gathering dan buka puasa bersama bertajuk USM Collaborative Synergy ''Kolaborasi USM dan Mitra Stakeholder 2026''.
Setiawan mengapresiasi langkah Pascasarjana USM yang terus melebarkan sayap program doktor dan magister melalui kerja sama dengan para mitra, salah satunya PWI Jateng. Melalui kerja sama ini, kata dia, USM yang berpredikat Unggul telah memberikan akses pendidikan magister bagi insan pers, sekaligus berkontribusi dalam pengembangan intelektual melalui penulisan buku atau pun produk jurnalistik berbasis riset.
''Sebenarnya bersama USM, PWI sudah lama menjalin sinergi, baik itu dalam program pelatihan menulis, tuan rumah penyelenggaraan Uji Kompetensi Wartawan maupun tuan rumah Dialog Rektor dalam perayaan Hari Pers Nasional,'' kata Iwan, panggilan akrabnya.
Dalam acara tersebut, Iwan didampingi Bendahara PWI Jateng M Chamim Rifai, Wakil Ketua Bidang Kerja Sama Hery Pamungkas, Wakil Ketua Bidang Organisasi Sunarto, dan Ketua Seksi Wartawan Olahraga (Siwo) Wisnu Setiadji. Dari USM hadir Wakil Rektor II Dr Abdul Karim SE MSi Ak CA mewakili Rektor Dr Supari ST MT, Kaprodi Magister Manajemen Dr Yuli Budiati SE MSi, Kaprodi Magister Hukum Dr Endah Pujiastuti SH MH, Kaprodi Magister Psikologi Dr MM Shinta Pratiwi SPsi MA, Psikolog, dan Kaprodi Magister Teknik Sipil Dr Adolf Situmorang ST MT.
*Masih Diperhitungkan*
Dalam sambutannya, Wakil Rektor II USM Abdul Karim menyampaikan apresiasi terhadap Program Pascasarjana yang kini lebih terbuka, ngetren, dan eksis. Menurut dia, secara performa dan kompetensi, USM bukanlah 'kampus ecek-ecek karena sejarah berdirinya dibidani oleh para profesor lulusan Universitas Diponegoro. Bahkan, sebagian besar pun tenaga pengajarnya lulusan Undip.
''Sampai sekarang pun tetap dipercaya oleh stakeholder. Lulusan USM masih diperhitungkan oleh BKD dalam seleksi pegawai,'' tandasnya.
Saat ini, lanjut Karim, semua perguruan tinggi swasta mengalami decline atau penurunan jumlah mahasiswa. Di tengah tantangan tersebut, USM melakukan terobosan dengan menggaet stakeholder lintas profesi sebanyak-banyaknya, termasuk mengoptimalkan lulusan magister USM untuk 'melu handarbeni' demi majunya program S2.
Di bagian lain, Direktur Pascasarjana USM M Junaidi mengatakan, banyak potensi program yang bisa dikerjasamakan dengan Pemprov Jateng. Salah satunya ketika bertemu gubernur, USM telah diberi DIM (Daftar Inventarisasi Masalah) yang nantinya akan diselesaikan melalui tesis dan disertasi yang nantinya dituangkan dalam jurnal nasional maupun internasional.
''Hal lain yang kami tawarkan ke stakeholder adalah diskon biaya kuliah. Biaya program S2 USM dikenal sangat terjangkau. Ini sesuai cita-cita filosofi para pendirinya, bahwa kampus kami harus bisa dijangkau oleh kalangan masyarakat menengah ke bawah,'' bebernya.
Di sela-sela kegiatan gathering, ada diskusi dan testimoni yang menghadirkan Camat Semarang Timur Akbar Ali Nurdin, Bendahara PWI M Chamim Rifai, dan Kaprodi Magister Tenik Sipil USM Adolf Situmorang.
Dalam diskusi, Akbar menyampaikan terima kasih atas kiprah USM yang telah banyak membantu kelurahan di wilayahnya melalui KKN dan pengabdian masyarakat. Sedangkan Chamim berkisah bagaimana USM yang dulu dikenal sebagai Universitas Sebelah Masjid di Jalan Atmodirono itu kini bertransformasi menjadi Universitas Sangat Megah di Jalan Arteri Soekarno-Hatta. **
tag: berita